Page 225 - FullBook Anatomi Fisiologi Tubuh Manusia
P. 225

206                                     Anatomi Fisiologi Tubuh Manusia


                  spongiosum,  yaitu  suatu  kerangka  ruang  vena  yang  besar  (Chalik,
                  2016).



              11.2 Mekanisme Pembentukan Urin


              Filtrasi
              Proses filtrasi terjadi di glomerulus, di mana terjadinya perpindahan cairan dari
              glomerulus menuju ke kapsula bowman dengan menembus membran filtrasi
              yang meliputi sel endothelium glomerulus, membrane basiler, epitel kapsula
              bowman.

              Di dalam glomerulus terjadi proses filtrasi sel-sel darah, trombosit dan protein
              agar  tidak  ikut  dikeluarkan  oleh  ginjal.  Hasil  filtrasi  di  glomerulus  berupa
              terbentuknya urine primer yang masih mengandung elektrolit, kritaloid, ion Cl,
              ion HCO3, garam-garam, glukosa, natrium, kalium, dan asam amino. Setelah
              terbentuk urine primer maka di dalam urine tersebut tidak lagi mengandung
              sel-sel darah, plasma darah dan Sebagian besar protein yang masih dibutuhkan
              oleh tubuh.

              Reabsorbsi
              Sebagian besar filtrat sekitar 99 hasil dari filtrasi sebelumnya secara selektif
              direabsorpsi  di  dalam  tubulus  ginjal  melalui  transport  aktif.  Sekitar  85%
              natrium  klorida  dan  air  serta  semua  glukosa  dan  asam  amino  pada  filtrat
              glomerulus  diabsorpsi  dalam  tubulus  kontortus  proksimal  dan  tubulus
              kontortus distal.
              Setelah  terjadi  reabsorbsi,  tubulus  akan  menghasilkan  urin  sekunder  yang
              komposisinya  berbeda  dengan  urin  primer.  Pada  urin  sekunder  tidak  lagi
              terkandung zat-zat yang masih diperlukan oleh tubuh. Sebaliknya, konsentrasi
              zat-zat sisa metabolisme yang beracun bertambah, seperti adanya ureum, yang
              awalnya dalam urin primer hanya 0,03 % menjadi 2% dalam urin sekunder.
              Augmentasi

              Proses augmentasi merupakan tahap terakhir dalam pembentukan urin. Pada
              tahap augmentasi terjadi penambahan zat sisa dan urea yang mulai terjadi di
              tubulus  kontortus  distal  hingga  tubulus  kolektivus  yang  merupakan  tempat
              penyimpanan  urin  untuk  sementara.  Di  tubulus  ini,  masih  terjadi  proses
   220   221   222   223   224   225   226   227   228   229   230