Page 101 - FullBook Anatomi Fisiologi
P. 101

84                                                  Anatomi Fisiologi


              5.13.2 Impuls Saraf

              Oleh karena itu neuron tersusun seperti rantai, impuls harus berjalan dengan
              cepat dari satu sel ke sel yang lain. Pada sel saraf, impuls dimulai pada akson.
              Saat potensial aksi mmencapai prasinapsis knob pada dendrit, permeabilitas
              membrane untuk kalsium menurun sehingga terjadi infleks kalsium. Kaslsium
              memnyebabkan fusi vesikel ke membran dan melepaskan neurotransmiliter.
              Beberapa neurotransmiliter ditransportasikan ke vesikel (reuptake). Sedangkan,
              yang  lain  didokomposisikan  oleh  proses  enzimatik.  Sebagai  contoh,
              asetilkolinestarase  melakukan  dekomposisi  asetilkolin  pada  membrane  post-
              impuls (Blakck and Hawsk, 2014).
              5.13.3 Mielin

               Myelin  mengelilingi  kebanyakan  serabut  saraf  sel  dipisahkan  oleh  nodus
              ranvier. Potensi aksi dibangkitkan hanya pada odus sehingga akan melewati di
              antara  nodus  dan  tidak  melakukan  depolarisasipada  seluruh  membran.
              Karakteristik  penjalaran  meloncat  ini  dikenal  sebagai  induksi  saltatorik.
              Konduksi menggunakan proses ini berlangsung cepat. Neuron dengan akson
              yang dibungkus myelin disebut serabut saraf tidak bermielin. Serabut bermielin
              pada SPP menyusun substansia alba padaotak dan medulla sinalis. Substansia
              grisca terdiri atas badan-badan selsaraf. Kecepatan konduksi impuls saraf juga
              terkait  dengan  diameter  serabut,  semakin  besar  diameter,  semakin  cepat
              penjalaran impuls(Blakck and Hawsk, 2014)..
              5.13.4 Reseptor

              Reseptor  merupakan  transduser  biologis  yang  bengubah  stimulus  dari  satu
              bentuk  energy-mekanis,  elektrik,  kimiawi,  termal,  atau  cahaya-untuk
              menginisiasi  energy  listri  pada  impuls  saraf.  Walaupun  resepptor  snsorik
              dapatdistimulusi oleh leboih dari satu bentuk energy, tiap reseptor sensitive
              secara spesifik pada suatu bentuk energy (Gerard, 2014).
              Reptor  memiliki  fenomena  yang  dikenal  sebagai  adaptasi,  suatu  penurunan
              sensitivitas  reseptor  untuk  berespons  pada  suatu  stimulus  yang  stabil  terus-
              menerus. Reseptor yang beradaptasi lambat dapat mempertahankan kecepatan
              kehilangan respon yang lebih rendh dalam menit atau jam. Resrptor beradaptasi
              cepat  kehilangan  impuls  dalam  waktu  kurang  dari  1  detik  setelah  inisiasi
              stimulus.  Mekanisme  adaptasi  masih  belum  diketahui  (Blakck  and  Hawsk,
              2014).
   96   97   98   99   100   101   102   103   104   105   106