Page 173 - FullBook Anatomi Fisiologi
P. 173

156                                                 Anatomi Fisiologi


                  ikat areolar); 3) Kelenjar endometrium (uterus) yang terbentuk sebagai
                  invaginasi epitel lumen dan terbentang hingga nyaris ke miometrium.

              Endometrium dibagi menjadi dua lapisan yaitu: 1) Stratum fungsionalis (lapisan
              fungsional) yang melapisi kavitas uteri dan terlepas saat haid; 2) Stratum basalis
              (lapisan basal), lapisan yang lebih dalam, bersifat permanen dan membentuk
              stratum fungsionalis baru setiap sehabis haid.
              Uterus  disuplai  oleh  cabang-cabang  arteri  iliaka  interna  yang  disebut  arteri
              uterina (Gambar 8.24). Arteri uterina membentuk cabang-cabang yang disebut
              arteri arkuata yang tersusun secara melingkar di miometrium. Arteri-arteri ini
              bercabang menjadi arteri radialis yang menembus jauh ke dalam miometrium.
              Sebelum masuk ke endometrium, cabang-cabang tersebut terbagi menjadi dua
              jenis arteriol yaitu arteriol lurus yang memasok stratum basal dengan bahan-
              bahan  yang  diperlukan  untuk  regenerasi  stratum  fungsionalis;  arteriol  spiral
              yang mengalirkan darah ke stratum fungsionalis serta mengalami perubahan
              nyata selama siklus haid. Darah yang meninggalkan uterus disalurkan melalui
              vena-vena  uterina  ke  vena  iliaka  interna.  Banyaknya  aliran  darah  ke  uterus
              sangat penting untuk menunjang pembentukan ulang stratum fungsionalis baru
              setelah haid, implantasi ovum yang telah dibuahi, dan perkembangan plasenta.
              Mukus Serviks
              Mukus  serviks  merupakan  sekresi  yang  dihasilkan  oleh  sel-sel  sekretorik
              mukosa  serviks,  yang  terdiri  dari  suatu  campuran  air,  glikoprotein,  lemak,
              enzim, dan garam non-organik. Selama masa reproduksi, wanita mensekresi 20-
              60 mL mukus serviks setiap hari. Mukus serviks lebih ramah terhadap sperma
              saat atau menjelang waktu ovulasi karena menjadi lebih encer dan lebih basa
              (pH 8,5). Di luar waktu tersebut, mukus lebih kental dan membentuk sumbat
              serviks sehingga menghambat penetrasi sperma. Mukus serviks memberikan
              energi yang dibutuhkan oleh sperma, dan baik serviks maupun mukus serviks
              melindungi sperma dari fagosit dan lingkungan yang tidak ramah vagina dan
              uterus.  Mukus  serviks  juga  berperan  dalam  Kapasitasi  yaitu  serangkaian
              perubahan fungsional yang dialami oleh sperma di saluran reproduksi wanita
              sebelum mampu membuahi oosit sekunder. Kapasitasi menyebabkan ekor sel
              sperma bergerak lebih aktif dan mempersiapkan membran plasma sel sperma
              untuk menyatu dengan membran plasma oosit.
   168   169   170   171   172   173   174   175   176   177   178