Page 175 - FullBook Anatomi Fisiologi
P. 175

158                                                 Anatomi Fisiologi


              sisa hymen yang tertinggal. Kadang hymen menutup orifisium secara total, yang
              disebut hymen imperforata. Pembedahan dibutuhkan untuk membuka orifisium
              dan memungkinkan keluarnya darah haid.
              8.3.3 Kelenjar Mamaria

              Payudara adalah tonjolan setengah bola dengan ukuran bervariasi di anterior
              dari  otot  pektoralis  mayor  dan  seratus  anterior  serta  melekat  pada  otot-otot
              tersebut melalui satu lapisan fasia yang terdiri dari jaringan ikat tak teratur padat.
              Payudara terdiri dari: 1) Puting payudara (tonjolan berpigmen), yang memiliki
              serangkaian lubang duktus yang saling berdekatan disebut duktus laktiferi, yaitu
              tempat keluarnya air susu; 2) Areola, yaitu daerah kulit melingkar berpigmen
              yang  mengelilingi  puting  payudara.  Bagian  ini  tampak  kasar  karena
              mengandung kelenjar-kelenjar sebasea (minyak) modifikasi; 3) Di antara kulit
              dan fasia berjalan untaian jaringan ikat yang disebut ligamentum suspensorium
              payudara  (ligamentum  Cooper)  yang  berfungsi  menopang  payudara.
              Ligamentum-ligamentum  ini  dapat  menjadi  kendur  seiring  usia  atau  akibat
              tarikan berlebihan, misalnya pada jogging jangka-panjang atau aerobik high-
              impact.  Menggunakan  bra  penopang  dapat  memperlambat  proses  ini  dan
              membantu mempertahankan kekuatan ligamentum suspensorium.
              Dalam  payudara  terdapat  kelenjar  mamaria,  yaitu  suatu  kelenjar  sudorifera
              (keringat)  modifikasi  yang  menghasilkan  susu  (Gambar  8.25).  Kelenjar
              mamaria  terdiri  dari  15  sampai  20  lobus.  Pada  lobus  terdapat  beberapa
              kompartemen lebih kecil yang disebut lobulus, terdiri dari kelompok-kelompok
              kelenjar  penghasil  susu  berbentuk  anggur,  disebut  alveolus  yang  terbenam
              dalam  jaringan  ikat.  Kontraksi  sel  mioepitel  yang  mengelilingi  alveolus
              membantu susu terdorong ke arah puting payudara. Pada saat diproduksi, susu
              mengalir dari alveolus ke serangkaian tubulus sekunder dilanjutkan ke duktus
              mamaria. Dekat puting, duktus mamaria melebar untuk membentuk sinus-sinus
              yang disebut sinus laktiferi, tempat sebagian susu disimpan sebelum mengalir
              ke duktus laktiferi. Masing-masing duktus laktiferi menyalurkan susu dari salah
              satu lobus ke eksterior. Fungsi kelenjar mamaria adalah sintesis, sekresi, dan
              ejeksi susu; Fungsi-fungsi tersebut disebut laktasi. Produksi susu dirangsang
              terutama oleh hormon prolaktin dari hipofisis anterior, dengan kontribusi dari
              progesteron  dan  estrogen.  Ejeksi  susu  dirangsang  oleh  oksitosin,  yang
              dikeluarkan  dari  hipofisis  posterior  sebagai  respons  terhadap  penghisapan
              puting payudara ibu oleh bayi.
   170   171   172   173   174   175   176   177   178   179   180