Page 170 - FullBook Anatomi Fisiologi
P. 170
Bab 8 Anatomi dan Fisiologi Sistem Reproduksi 153
Setelah ovulasi, terbentuk arus lokal yang dihasilkan oleh gerakan fimbriae,
yang mengelilingi permukaan folikel matang tepat sebelum ovulasi terjadi. Arus
ini menyapu oosit sekunder yang diovulasikan dari rongga peritoneum ke tuba
uterina. Sebuah sel sperma bertemu dan membuahi oosit sekunder di ampula
tuba uterina. Pembuahan dapat terjadi hingga sekitar 24 jam setelah ovulasi.
Beberapa jam setelah pembuahan, bahan nukleus ovum dan sperma yang
haploid menyatu. Ovum yang telah dibuahi (diploid) disebut zigot dan mulai
mengalami pembelahan sel sambil bergerak menuju uterus. Zigot bernidasi di
uterus dalam waktu 6 sampai 7 hari setelah ovulasi.
Uterus
Uterus merupakan tempat implantasi ovum yang telah dibuahi, perkembangan
janin selama kehamilan dan persalinan. Uterus juga sebagai bagian dari jalur
untuk sperma yang dari vagina untuk mencapai tuba uterina.
Anatomi Uterus
Uterus terletak di antara kandung kemih dan rektum, mempunyai bentuk dan
ukuran seperti buah pir terbalik (Gambar 8.21). Ukuran uterus pada wanita yang
belum hamil mempunyai panjang sekitar 7,5 cm, lebar 5 cm dan tebal 2,5 cm.
Pada wanita hamil uterus lebih besar dan lebih kecil (atrofi) jika kadar hormon
seks rendah, seperti menopause.
Bagian dari uterus meliputi:
1. Fundus
Fundus merupakan bagian yang berbentuk kubah di superior dari tuba
uterina.
2. Korpus
Korpus merupakan bagian tengah yang meruncing. Bagian dalam
korpus uteri disebut kavitas uteri.
3. Serviks
Serviks merupakan bagian sempit inferior. Bagian dalam serviks
disebut kanalis servikalis. Kanalis servikalis yang membuka ke kavitas
uteri disebut ostium internum dan kanalis servikalis yang membuka ke
dalam vagina disebut ostium eksternum.
Diantara korpus uteri dan serviks terdapat ismus, yaitu regio sempit yang
panjangnya sekitar 1 cm. Pada keadaan normal, korpus uteri mengarah ke

