Page 205 - FullBook Anatomi Fisiologi
P. 205
188 Anatomi Fisiologi
juga menyebabkan produksi keringat dari kelenjar keringat ekrin berkurang, hal
tersebut juga membantu mempertahankan panas dalam tubuh.
Sebagai respons terhadap panas berlebih, kulit kehilangan panas berlebih
dengan melebarkan pembuluh darah dermis (vasodilatasi kulit), memungkinkan
lebih banyak darah mengalir dekat ke permukaan dan kehilangan panas melalui
kulit. Jika ini tidak cukup untuk mengembalikan suhu normal, kelenjar keringat
mengeluarkan keringat. Penguapanm keringat dapat memiliki efek pendinginan
yang kuat. Dengan demikian, kulit berperan dalam menghangatkan dan
mendinginkan tubuh
10.6.2 Reservoir darah
Dermis menyediakan tempat jejaring luas pembuluh darah yang membawa 8-
10% aliran darah total pada orang dewasa yang sedang beristirahat. Karena itu
kulit bekerja sebagai reservoir darah.
10.6.3 Proteksi
Kulit memberikan perlindungan pada tubuh melalui berbagai cara:
1. Keratin melindungi jaringan di bawahnya dari mikroba, abrasi, panas
dan zat kimia. Keratinosit yang saling terkunci erat menahan invasi
oleh mikroba
2. Lipid yang dilepaskan oleh granula lamelar menghambat evaporasi air
dari permukaan kulit sehingga melindungi dari dehidrasi; lipid juga
memperlambat masuknya air melewati kulit pada saat mandi dan
berenang.
3. Sebum dari kelenjar sebasea menjaga kulit dan rambut dari kekeringan
dn mengandung zat kimia bakterisidal (zat yang membunuh bakteri).
4. PH asam dari keringat memperlambat pertumbuhan beberapa mikroba,
5. Pigmen melanin membantu menjaga dari efek sinar ultraviolet yang
merusak
6. Sel sel Langerhans epidermal memberi peringatan pada system imun
terhadap adanya penyerang mikroba yang berpotensi membahayakan.
7. Makrofag pada dermis memfagosit bakteri dan virus yang melintasi sel
Langerhans epidermis

