Page 44 - FullBook Anatomi Fisiologi
P. 44
Bab 2 Anatomi Fisiologi Sistem Muskuloskeletal 27
Filamen aktin melekat pada garis yang dinamakan membran Zat atau cakram Z,
dan filamen meluas pada sisi-sisi membran Z untuk saling bertautan dengan
filamen miosin. Membran Z juga berjalan dari miofibrin ke miofibril,
melekatkan miofibril satu sama lainnya melalui serabut otot.
Bagian miofibril (atau seluruh serabut otot) yang terletak antara dua membran Z
yang berurutan dinamakan sarkomer. Bila serabut otot berada dalam keadaan
istirahat sepenuhnya, panjang sarkomer sekitar 2,0 mikron. Pada panjang ini
filamen aktin tumpang tindih sempurna dengan filamen miosin dan satu sama
lain tepat mulai tumpang tindih. Akan kita lihat bahwa pada panjang ini
sarkomer juga mampu menimbulkan daya kontraksi yang terbesar.
2.2.5 Sarkoplasm
Miofibril dalam serabut otot terpendam dalam matriks yang dinamakan
sarkoplasma, yang terdiri atas unsur-unsur umum intrasel. Cairan sarkoplasma
mengandung kalium, magnesium, fosfat, enzim protein dalam jumlah
besar(guyton,1991). Enzim yang disimpan di dalam sel otot adalah aldolase,
transaminase (glutamic dan pyruvic), dehidrogenase (lactic dan malic) dan
creatinin phosphokinase Dalam cairan sarkoplasma juga terdapat mitokondria
dalam jumlah banyak yang terletak antara dan sejajar dengan miofibril, suatu
keadaan yang menunjukkan kebutuhan besar miofibril yang kontraktil akan
ATP yang banyak sekali dibentuk oleh mitokondria.
2.2.6 Retikulum Sarkoplasma
Dalam sarkoplasma juga terdapat banyak retikulum endoplasma, yang dalam
serabut otot dinamakan retikulum sarkoplasma. Retikulum ini mempunyai
susunan khusus yang sangat penting dalam pengawasan kontraksi otot. Jenis
otot yang mempunyai kontraksi lebih cepat mempunyai retikulum sarkoplasma
yang banyak.
2.2.7 Mekanisme Kontraksi Otot
Pada keadaan relaksasi, ujung-ujung filamen aktin yang berasal dari dua
membran Z yang berurutan satu sama lain hampir tidak tumpang tindih
sedangkan pada saat yang sama filamen miosin mengadakan tumpang tindih
sempurna.

