Page 57 - FullBook Anatomi Fisiologi
P. 57
40 Anatomi Fisiologi
Fungsi Trachea adalah(Ganong, F. William 2008).
a. Penunjang dan menjaga kepatenan, susunan jaringan kartilago dan
elastik menjaga kepatenan jalan napas dan mencegah obstruksi
jalan napas saat kepala dan leher digerakkan. Tidak adanya
kartilago di bagian posterior trakea, memungkinkan trakea
berdilatasi dan berkontraksi saat esofagus mengalami distensi saat
menelan. Kartilago mencegah kolapsnya trakea saat tekanan
internal kurang dari tekanan intratoraksik, yaitu saat akhir
ekspirasi.
b. Eskalator mukosiliaris, Eskalator mukosiliaris adalah keselarasan
frekuensi gerakan silia membran mukosa yang teratur yang
membawa mukus dengan partikel yang melekat padanya ke atas
laring di mana partikel ini akan ditelan atau dibatukkan.
c. Refleks batuk, ujung saraf di laring, trakea, dan bronkus peka
terhadap iritasi sehingga membangkitkan impuls saraf yang
dihantarkan oleh saraf vagus ke pusat pernapasan di batang otak.
Respons refleks motorik terjadi saat inspirasi dalam yang diikuti
oleh penutupan glotis, yakni penutupan pita suara. Otot napas
abdomen kemudian berkontraksi dan dengan tiba-tiba udara
dilepaskan di bawah tekanan, serta mengeluarkan mukus dan/atau
benda asing dari mulut
d. Penghangat, pelembap, dan penyaring, fungsi ini merupakan
kelanjutan dari hidung, walaupun normalnya, udara sudah bersih
saat mencapai trachea.
5. Bronchus
Bronchus yang terbentuk dari belahan dua trachea pada ketinggian
kira-kira vertebrata torakalis kelima, mempunyai struktur serupa
dengan trachea dan dilapisi oleh.jenis sel yang sama. Bronkus-bronkus
itu berjalan ke bawah dan kesamping ke arah tampuk paru. Bronckus
kanan lebih pendek dan lebih lebar, dan lebih vertikal daripada yang
kiri, sedikit lebih tinggi darl arteri pulmonalis dan mengeluarkan
sebuah cabang utama lewat di bawah arteri, disebut bronckus lobus
bawah.(Guyton, 1990).

