Page 55 - FullBook Anatomi Fisiologi
P. 55
38 Anatomi Fisiologi
terbatu-batuk. Pada saat bernafas epiglotis terbuka tapi pada saat
menelan epiglotis menutup laring. Jika masuk ke laring maka akan
batuk dan dibantu bulu-bulu getar silia untuk menyaring debu,
kotoran-kotoran.
b. Jika bernafas melalui mulut udara yang masuk ke paru-paru tak
dapat disaring, dilembabkan atau dihangatkan yang menimbulkan
gangguan tubuh dan sel-sel bersilia akan rusak adanya gas beracun
dan dehidrasi.
c. Pita suara, terdapat dua pita suara yang dapat ditegangkan dan
dikendurkan, sehingga lebar sela- sela antara pita - pita tersebut
berubah-ubah sewaktu bernafas dan berbicara. Selama pernafasan
pita suara sedikit terpisah sehingga udara dapat keluar
masuk.(Syaifuddin, 2002).
Epiglottis
Epiglottis Cartilago yang berbentuk daun dan menonjol ke atas di belakang
dasar lidah. Epiglottis ini melekat pada bagian belakang Vertebra cartilago
thyroideum. Plica aryepiglottica, berjalan kebelakang dari bagian samping
epiglottis menuju cartilago arytenoidea, membentuk batas jalan masuk
laring(Lutjen, Et al, 2001).
Gambar 3.7: Anatomi Epiglotis (Lutjen, Et al, 2001).
Fonasi
Suara dihasilkan oleh vibrasi plica vocalis selama ekspirasi. Suara yang
dihasilkan dimodifikasi oleh gerakan palatum molle, pipi, lidah, dan bibir,
dan resonansi tertentu oleh sinus udara cranialis(Lutjen, Et al, 2001).

