Page 54 - FullBook Anatomi Fisiologi
P. 54
Bab 3 Sistem Pernafasan 37
cartilago thyroidea berartikulasi dengan cartilago tyroidea pada
setiap sisi. Membrana cricottracheale menghubungkan batas
bawahnya dengan cincin trachea I.
d. Cartilago arytenoidea 2 buah yang berbentuk beker. Dua cartilago
kecil berbentuk piramid yang terletak pada basis cartilago
cricoidea. Plica vokalis pada tiap sisi melekat dibagian posterio
sudut piramid yang menonjol kedepan
Fungsi Laring
a. Produksi suara, Suara memiliki nada, volume, dan resonansi. Nada
suara bergantung pada panjang dan kerapatan pita suara. Pada saat
pubertas, pita suara pria mulai bertambah panjang, sehingga nada
suara pria semakin rendah. volume suara bergantung pada
besarnya tekanan pada pita suara yang digetarkan. Semakin besar
tekanan udara ekspirasi, semakin besar getaran pita suara dan
semakin keras suara yang dihasilkan. Resonansi bergantung pada
bentuk mulut, posisi lidah dan bibir, otot wajah, dan udara di
paranasal.(Syaifuddin, 2002).
b. Berbicara, berbicara terjadi saat ekspirasi ketika suara yang
dihasilkan oleh pita suara dimanipulasi oleh lidah, pipi, dan bibir.
c. Pelindung saluran napas bawah, saat menelan, laring bergerak ke
atas, menyumbat saluran faring sehingga engsel epiglotis menutup
faring. Hal ini menyebabkan makanan tidak melalui esofagus dan
saluran napas bawah.
d. Jalan masuk udara, bahwa Laring berfungsi sebagai penghubung
jalan napas antara faring dan trakea.
e. Pelembab, penyaring, dan penghangat, di mana proses ini berlanjut
saat udara yang diinspirasi berjalan melalui laring(Syaifuddin,
2002).
Di bagian laring terdapat beberapa organ yaitu:
a. Epiglotis, merupakan katup tulang rawan untuk menutup larynx
sewaktu orang menelan. Bila waktu makan kita berbicara
(epiglottis terbuka), makanan bisa masuk ke larynx (keslek) dan

