Page 39 - BUKU AJAR MIKROBIOLOGI
P. 39
D. IDENTIFIKASI JAMUR BENANG
Untuk mengidentifikasi jamur benang lebih diutamakan pengujian sifat-sifat
morfologinya, tetapi perlu juga pengujian sifat-sifat fisiologi. Hal-hal yang perlu
diperhatikan pada pengamatan morfologi jamur benang adalah:
1. Tipe hifa, bersepta atau tidak, jernih atau keruh, dan berwarna atau tidak.
2. Tipe spora, seksual (oospora, zygospora, askospora, atau basidiospora),
aseksual (sporangiospora, konidia, atau oidia)
3. Tipe badan buah, bentuk, ukuran, warna, letak spora atau konidi. Bentuk
sporangiofor / konidiofor, kolumela / vesikula.
4. Bentukan khusus, misalnya adanya stolon, rhizoid, sel kaki, apofisa,
klamidospora, sklerosia, dan lain-lain.
E. KHAMIR
Khamir atau disebut yeast, merupakan jamur bersel satu yang mikroskopik,
tidak berflagela. Beberapa genera membentuk filamen (pseudomiselium). Cara
hidupnya sebagai saprofit dan parasit. Hidup di dalam tanah atau debu di udara, tanah,
daun-daun, nektar bunga, permukaan buah-buahan, di tubuh serangga, dan cairan yang
mengandung gula seperti sirup, madu dan lain-lain.
Khamir berbentuk bulat (speroid), elips, batang atau silindris, seperti buah
jeruk, sosis, dan lain-lain. Bentuknya yang tetap dapat digunakan untuk identifikasi.
Khamir dapat dimasukkan ke dalam klas Ascomycetes, Basidiomycetes dan
Deuteromycetes.
Sel khamir
40 40
40 40

