Page 43 - BUKU AJAR MIKROBIOLOGI
P. 43
berbeda dengan endospora pada bakteri. Spora ada yang dapat bergerak aktif, yang
disebut zoospora, dan ada yang tidak dapat bergerak aktif (nonmotil) disebut autospora.
Perkembangbiakan secara aseksual pada algae seperti pada jasad eukariotik
lain, yaitu dengan terbentuknya dua jenis sel khusus yang disebut gamet yang bersifat
haploid. Dua sel gamet tersebut melebur dan menghasilkan zygot yang bersifat diploid.
n
Zygot mempunyai dua turunan masing-masing kromosom (2 ). Gamet hanya
n
mempunyai satu turunan kromosom (1 ). Proses reduksi jumlah kromosom ini disebut
meiosis.
Meiosis terjadi dalam masa-masa yang berbeda pada berbagai siklus hidup
algae. Beberapa jenis algae selama siklus hidupnya terutama berada pada fase diploid,
tetapi algae lain mempunyai fase zygot sampai meiosis yang sangat singkat, sehingga
dalam siklus hidupnya terutama berada pada fase haploid. Pada algae yang berukuran
besar (makroskopik) ada yang mempunyai 2 macam struktur reproduktif yang berbeda,
yaitu gametofit (haploid) dan sporofit (diploid). Sebagai contoh adalah pada Ulva yang
termasuk algae hijau.
4. Fisiologi algae
Pada umumnya algae bersifat fotosintetik, menggunakan H 2O sebagai donor
elektron, pada keadaan tertentu beberapa algae dapat menggunakan H 2 untuk proses
fotosintesa tanpa menghasilkan O 2. Sifat fotosintetik pada algae dapat bersifat mutlak
(obligat fototrof), jadi algae ini tumbuh di tempat-tempat yang terkena cahaya matahari.
Beberapa algae bersifat khemoorganotrof, sehingga dapat mengkatabolisme gula-gula
sederhana atau asam organik pada keadaan gelap. Senyawa organik yang banyak
digunakan algae adalah asetat, yang dapat digunakan sebagai sumber C dan sumber
energi. Algae tertentu dapat mengasimilasi senyawa organik sederhana dengan
menggunakan sumber energi cahaya (fotoheterotrof). Pada algae tertentu dapat tidak
terjadi proses fotosintesa sama sekali, dalam hal ini pemenuhan kebutuhan nutrisi
didapatkan secara heterotrof.
Pada umumnya algae yang dapat melakukan fotosintesa normal, dapat tumbuh
baik dengan cepat dalam keadaan gelap, dengan menghabiskan berbagai senyawa
organik hasil fotosintesa. Pada keadaan gelap, proses fotosintesa berubah menjadi
proses respirasi. Pada algae heterotrof, pemenuhan kebutuhan energi berasal dari
44 44
44 44

