Page 40 - BUKU AJAR MIKROBIOLOGI
P. 40

1. Perkembang  biakan  sel khamir

                                Perkembang  biakan sel khamir  dapat  terjadi secara vegetatif  maupun secara
                       generatif (seksual). Secara vegetatif (aseksual), (a) dengan cara bertunas (Candida sp.,

                       dan  khamir  pada  umumnya),  (b)  pembelahan  sel  (Schizosaccharomyces  sp.),  dan  (c)
                       membentuk    spora    aseksual    (klas    Ascomycetes).    Secara    generatif    dengan
                       carakonyugasi  (reproduksi  seksual).  Konyugasi  khamir  ada  3  macam,  yaitu  (a)

                       konyugasi  isogami  (  Schizosaccharomyces  octosporus),  (b)  konyugasi  heterogami
                       (Zygosaccharomyces  priorianus),  dan  konyugasi  askospora  pada  Zygosaccharomyces
                       sp.  dan  Schizosaccharomyces  sp.  (sel  vegetatif  haploid),  serta  pada  Saccharomyces

                       sp., dan Saccharomycodes sp. (sel vegetatif diploid).
                       2. Identifikasi khamir

                                Hal-hal yang perlu diperhatikan dalam mengidentifikasi khamir adalah:

                          1.  Ada  tidaknya  askospora,  kalau  ada  bagaimana  pembentukannya  (konyugasi
                              isogami,  heterogami,  atau  konyugasi  askospora),  bentuk,  warna,  ukuran,  dan

                              jumlah spora.
                          2.   Bentuk, warna, dan ukuran sel vegetatifnya.

                          3.   Cara reproduksi aseksual (bertunas, membelah, dsb)

                          4.   Ada tidaknya filamen atau pseudomiselium.

                          5.   Pertumbuhan dalam medium dan warna koloninya.

                          6.    Sifat-sifat  fisiologi,  misalnya  sumber  karbon  (C)  dan  nitrogen  (N),  kebutuhan
                              vitamin,  bersifat  oksidatif  atau  fermentatif,  atau  keduanya,  lipolitik,  uji
                              pembentukan         asam,       penggunaan         pati,     dan       lain-lain.



























                       41                                                                                  41
                       41                                                                                  41
   35   36   37   38   39   40   41   42   43   44   45