Page 2 - TT_TEKVAK_Natalia Rara_175090101111028
P. 2

ABSTRAK





               Penyakit akibat MERS-CoV telah menginfkesi sekitar 27 negara di dunia, terlebih negara Saudi
               Arabia, Uni Emirat Arab, dan Korea. April 2012 hingga 22 Mei 2019, total kasus MERS yang

               terkonfirmasi  oleh  WHO  yaitu  2428,  dengan  838  kematian  dan  fatalitas  sekitar  35%.  MERS
               (Middle  East  respiratory  syndrome)  merupakan  penyakit  pernapasan  cukup  serius  yang

               disebabkan  oleh  de  novo  coronavirus-MERS-CoV.  Coronavirus  merupakan  virus  berenvelop,

               positif, single strand RNA yang memang sudah diketahui banyak menimbulkan infeksi pernapasan
               pada manusia. Unta berpunuk satu disinyalir sebagai inang terbesar dari MERS-CoV, meskipun

               ada beberapa penelitian yang mengatakan bahwa kelelawar juga merupakan hewan yang menjadi
               sumber  penyebaran  dari  virus  ini.  Belum  ada  pengombatan  yang  sepenuhnya  efektif  untuk

               menangani MERS-CoV. Pengetahuan mengenai struktur protein penyusun virus, asesoris protein,

               mekanisme  dan  karakteristiknya  menjadi  bekal  dalam  menentukan  strategi  penanganan  virus
               tersebut. Sehingga pemilihan obat terapi yang akan digunakan serta targetannya semakin spesifik

               dan  terapi  menjadi  lebih  efektif.  Strategi  penanganan  dengan  pengembangan  antibodi  yang
               menarget suatu protein dari virus atau menarget suatu mekanisme menjadi bahasan yang penting.




               Kata kunci: Coronavirus, MERS, protein
   1   2   3   4   5   6   7