Page 6 - TT_TEKVAK_Natalia Rara_175090101111028
P. 6
Menurut Mackay & Katherine (2015), mulanya, beberapa hewan dianggap sebagai
reservoir atau host perantara MERS-CoV dengan tiga dari lima kasus pertama memiliki kontak
dengan Camelus dromedaries atau unta berpunuk (DC). Kasus pertama yang dilaporkan adalah
adanya kontak dengan DC secara langsung. Dalam penjelasan tersebut tidak ada pernyataan
spesifik bahwa penularan dari DC melalui droplet seperti pada kasus-kasus penularan virus
sebelumnya yang menyebabkan penyakit pernapasan. Produksi MERS-CoV dalam unta paling
banyak ditemukan di paru-paru. Hal tersebut mendukung adanya transmisi melalui uapan air dan
terbukti dengan adanya virus yang teridentifikasi dari udara di dalam kandang DC yang terinfeksi.
Spekulasi penularan dari unta ke manusia lalu dari manusia ke manusia diilustrasikan pada gambar
1.
(Mackay & Katherine, 2015)
Gambar 1. Spekulasi transmisi MERS-CoV dari unta sebagai host ke manusia.
Spektrum klinis infeksi MERS-CoV beriksar dari infeksi tanpa gejala hingga infeksi
dengna sindrom gangguan pernapasan akut, septic shock, kegagalan organ, dan kematian. Gejala
awal sering tidak spesifik dan pasien mengeluhkan mengalami malaise umum, termasuk demam
ringan, kedinginan, sakit kepala, batuk, tidak produktif, dyspnea, dan myalgia. Gejala lain dapat
termasuk sakit tenggorokan. Gejala gastrointestinal juga terkadang dialami seperti mual dan

