Page 3 - TT_TEKVAK_Natalia Rara_175090101111028
P. 3
BAB I
PENDAHULUAN
1.1 Latar Belakang
Penyakit akibat MERS-CoV telah menginfkesi sekitar 27 negara di dunia, terlebih negara
Saudi Arabia, Uni Emirat Arab, dan Korea. April 2012 hingga 22 Mei 2019, total kasus MERS
yang terkonfirmasi oleh WHO yaitu 2428, dengan 838 kematian dan fatalitas sekitar 35%. MERS
(Middle East respiratory syndrome) merupakan penyakit pernapasan cukup serius yang
disebabkan oleh de novo coronavirus-MERS-CoV.
Coronavirus merupakan virus berenvelop, positif, single-strand RNA yang memang
sudah diketahui banyak menimbulkan infeksi pernapasan pada manusia. Unta berpunuk satu
disinyalir sebagai inang terbesar dari MERS-CoV, meskipun ada beberapa penelitian yang
mengatakan bahwa kelelawar juga merupakan hewan yang menjadi sumber penyebaran dari virus
ini. Akan tetapi, belum ada penjelasan yang lebih rinci mengenai transmisi dari virus tersebut.
Kefektifitasan pengobatan suatu penyakit akibat virus akan meningkat ketika mengetahui
bagiamana virus tersebut menyerang, bagaimana mekanisme replikasinya, karakteristik, dan lain-
lain. Oleh karena itu, penanganan MERS-CoV dapat menjadi lebih efektif ketika mengetahui
karakteristik dari Coronavirus, tidak terlepas dari protein penyusunnya. Pengetahuan tersebut
menjadi bekal dalam menyusun strategi pengobatan.
1.2 Rumusan Masalah
Berdasarkan latar belakang di atas, maka rumusan masalah dari Makala ini adalah
bagaimana strategi penanganan MERS-CoV berdasarkan protein dan karakteristik viru?
1.3 Tujuan
Berdasarkan rumusan masalah di atas, maka tujuan dari Makala ini adalah untuk
mengetahui strategi penanganan MERS-CoV berdasarkan protein dan karakteristik virus.
1.4 Manfaat
Manfaat dari tulisan ini adalah dapat mengetahui sejarah zoonosis virus MERS-CoV
dari hewan ke manusia lalu manusia ke manusia. Selain itu, dapat mengetahui karakteristik dari

