Page 5 - TT_TEKVAK_Natalia Rara_175090101111028
P. 5

BAB II

                                                             ISI


               2.1 MERS-CoV
                        Midle  East  Respiratory  Syndrome  Coronavirus  (MERS-CoV)  merupakan  novel

               coronavirus manusia yang pertama kali ditemukan di Saudia Arabia pada tahun 2012 oleh Zaki.

               MERS-CoV  merupakan  anggota  dari  family  Coronaviridae  ordo  Nidovirales.  Virus  tersebut
               merupakan salah satu virus zoonotic. Famili dari coronaviridae diklasifikasikan ke dalam empat

               genus (α, β, γ, and δ). Setiap jenus terbagi menjadi beberapa subgroup berdasarkan lineagenya.
               MERS-CoV termasuk lineage-C dari β coronavirus (Mubarak dkk., 2019).

                        Semua virus yang tergolong ke dalam ordo Nidovirales merupakan virus RNA positif

               yang memiliki envelop. Virus corona berbentuk bulat dengan diameter sekitar 125 nm. Virus
               tersebut memiliki spike yang berbentuk lingkaran yang menonjol dari permukaan virion (partikel

               lengkap virus). Spike tersebut merupakan karakteristik utama dari virus corona yang membuat
               virus  tersebut  berbentuk  seperti  corona  matahari,  sesuai  dengan  namanya.  Seperti  yang  telah

               dijelaskan  sebelumnya  bahwa  virus  corona  memiliki  envelop  dimana  envelop  tersebut
               menyelubungi  bagian  dalamnya  yaitu  nukleokapsid.  Nukleokapsid  corona  berbentuk  heliks

               simetirs (helically simetrical nucleocapsids) dimana bentuk nukelokapsid tersebut umum dimiliki

               oleh virus dengan RNA negatif, tetapi tidak cukup umum dimiliki oleh virus RNA negatif. Partikel
               virus corona meliputi empat protein struktural yaitu spike (S), membran (M), envelop (E), dan

               nukleokapsid (N) (Fehr & Stanley, 2015).
                        Sebelum kasus pertama yang terjadi dimana virus ini menyerang manusia, Menurut Fehr

               dan Stanley (2015), virus ini diketahui terlebih dahulu menyebabkan berbagai macam penyakit
               pada  hewan  dan  berkemampuan  menyebabkan  penyakit  yang  parah  pada  hewan  ternak  dan

               peliharan seperti babi, sapi, ayam, anjing dan kucing. Virus ini memiliki kemampuan mutasi yang

               sangat  cepat  karena  berbahan  genetik  RNA  dimana  karena  sifatnya  tersebut  virus  ini
               berkemampuan memperbaiki kesalahan saat proses replikasi kode genetik pada inang. Hal tersebut

               mengakibatkan pada banyaknya vairasi genetik virus corona dibandingkan dengan organisme yang

               lainnya. Mulanya, virus corona tidak dapat menginfeksi manusia, hanya infeksi dari hewan ke
               hewan.  Akan  tetapi,  peristiwa  mutasi lah  yang  menyebabkan  virus  corona  dapat  menginfeksi

               manusia lewat perantara hewan.
   1   2   3   4   5   6   7   8   9   10