Page 30 - ASPEK HUKUM RANGKAP JABATAN PADA KORPORASI DI INDONESIA
P. 30

Adanya  kepastian  hukum  pada  hakikatnya  menjamin

               seseorang  untuk  melakukan  suatu  perbuatan  yang  sesuai
               dengan  ketentuan  hukum  yang  berlaku.  Oleh  karena  itu

               apabila  hukum  tidak  memiliki  kepastian,  maka  dapat
               dipastikan  menjadi  pemicu  terjadinya  kekacauan  dalam

                                   18
               penegakan  hukum.   Beberapa  ahli  hukum  beranggapan
               bahwa sangat penting bagi masyarakat untuk dapat melihat

               dan  memprediksikan  konsekuensi  dari  tindakan  yang

               dilakukannya.  Hal  ini  sejalan  dengan  pendapat  Gustav
               Radburch  sebagaimana  dikutip  oleh  Sulaeman  Jajuli,  yang

               mengemukakan 4  (empat) hal  untuk mengartikan kepastian
                              19
               hukum, yakni :
                    1.  Hukum itu positif, dalam artian hukum merupakan

                        peraturan perundang-undangan;
                    2.  Hukum harus didasarkan pada fakta atau kenyataan;

                    3.  Fakta harus dirumuskan dengan cara yang jelas agar
                        dapat dilaksanakan dengan mudah dan menghindari

                        adanya kekeliruan dalam pemaknaan;

                    4.  Hukum positif tidak boleh mudah untuk diubah.







               18   Arief  Shidarta,  Hukum  Penalaran  dan  Penalaran  Hukum,  Genta
               Publishing, Yogyakarta, 2013, hlm. 8.
               19   Sulaeman  Jajuli,  Kepastian  Hukum  Gadai  Tanah  dalam  Islam,
               Deepublish, Yogyakarta, 2015, hlm. 51.

                                            22
   25   26   27   28   29   30   31   32   33   34   35