Page 40 - ASPEK HUKUM RANGKAP JABATAN PADA KORPORASI DI INDONESIA
P. 40
mengingat kewenangan dan tanggung jawab Direksi dan
Dewan Komisaris sebagaimana diatur dalam Pasal 91 sampai
dengan Pasal 121 UUPT, Direksi maupun Dewan Komisaris
dengan wewenang yang dimilikinya tersebut dituntut untuk
melakukan tugas dan tanggung jawabnya dengan itikad baik
dan penuh tanggung jawab serta dilaksanakan demi
kepentingan perseroan. Oleh karena itu, dapat dibayangkan
apabila seorang Direksi maupun Dewan Komisaris
menduduki beberapa jabatan sekaligus pada perusahaan yang
berbeda, maka tidak menutup kemungkinan dapat terjadinya
penyalahgunaan wewenang yang berpotensi memicu
terjadinya konflik kepentingan (conflict of interest), yang
berujung pada kejahatan seperti korupsi, kolusi, dan
nepotisme.
Dalam UUPT, memang tidak diatur secara eksplisit
larangan atau diperbolehkannya untuk melakukan rangkap
jabatan. Jika demikian, maka mengingat tugas dan peran
Direksi dan Dewan Komisaris sangatlah penting, maka perlu
pengaturan mengenai larangan rangkap jabatan pada
Peraturan Perusahaan, Anggaran Dasar maupun dalam
Ketentuan Kebijakan Kode Etik dan Perilaku Bisnis
Perusahaan. Fungsi kepatuhan terhadap kode etik dan perilaku
bisnis ini bertujuan untuk memastikan bahwa seluruh
32

