Page 140 - How to Develop Corporate In Indonesia Especially in Region
P. 140

Faktor pendorong lainnya adalah adanya peraturan pemerintah
                        yang  mengatur  perihal  penerbitan  obligasi.  Pemerintah  Indonesia
                        melalui Kementerian Keuangan telah menerbitkan peraturan tentang
                        tata  cara  penerbitan  dan  pertanggungjawaban  obligasi  daerah.
                        Peraturan  tersebut  menjadi  panduan  bagi  daerah  yang  memiliki
                        rencana menerbitkan obligasi sebagai sumber pembiayaan daerah.

                              Keterangan  tertulis   Direktorat   Jenderal   Perimbangan
                        Keuangan  Kementerian  Keuangan  menyebutkan,  penerbitan
                        peraturan  tersebut  dalam  rangka  pelaksanaan  amanat  pasal  49
                        Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 30 Tahun 2011 tentang Pinjaman
                        Daerah. Peraturan Menteri Keuangan (PMK) dimaksud adalah PMK
                        Nomor 111/PMK.07/2012.

                              Berdasarkan  peraturan  tersebut,  pemerintah  daerah  (Pemda)
                        dapat menerbitkan obligasi daerah untuk membiayai kegiatan atau
                        beberapa  kegiatan  investasi  sarana  dan  prasarana,  dalam  rangka
                        penyediaan pelayanan publik  yang menghasilkan penerimaan bagi
                        APBD yang diperoleh dari pungutan atas penggunaan prasarana dan
                        sarana  tersebut.  Pemda  wajib  menyampaikan  laporan  pelaksanaan
                        pengelolaan  obligasi  daerah    kepada  otoritas  bidang  pasar  modal,
                        sebelum pernyataan efektif obligasi  daerah. Obligasi  daerah dapat
                        diterbitkan jika dilakukan di pasar modal domestik dan dalam mata
                        uang  rupiah  serta  dilaksanakan  sesuai  dengan  ketentuan  peraturan
                        perundang-perundangan di bidang pasar modal.

                              Pemda  harus  memenuhi  persyaratan  wajib  sebelum
                        menerbitkan obligasi daerah, yaitu (1) ada audit terakhir atas Laporan
                        Keuangan Pemerintah Daerah dengan mendapat Opini Wajar Dengan
                        Pengecualian atau Wajar Tanpa Pengecualian. (2) jumlah kumulatif
                        pinjaman,  yaitu  jumlah  sisa  pinjaman  daerah  ditambah  jumlah
                        pinjaman  yang  akan  ditarik  tidak  melebihi  75  persen  dari  jumlah
                        penerimaan umum APBD tahun sebelumnya.


                              Selain  itu  (3)  rasio  kemampuan  keuangan  daerah  untuk
                        mengembalikan pinjaman atau Debt Service Coverage Ratio (DSCR)
                        atau paling sedikit 2,5, (4) jumlah defisit APBD sesuai dengan yang
                        ditetapkan oleh Menteri Keuangan, (5) ada persetujuan DPRD yang



                                                   116
   135   136   137   138   139   140   141   142   143   144   145