Page 145 - How to Develop Corporate In Indonesia Especially in Region
P. 145

mencapai pendapatan dan pertumbuhan manajer investasi melakukan
                        investasi portofolio sehingga setiap saat akan mengambil keputusan
                        alat investasi mana yang harus dibeli atau dijual.

                              Selain  itu,  memutuskan  untuk  memilih  saham  yang  mana
                        memberi dividen atau obligasi yang memberikan bunga. Jika dilihat
                        kesempatan  yang  dimiliki  reksadana  maka  kesempatan  untuk
                        mendapatkan bunga dan pendapatan akan selalu diperoleh.

                              Di  samping  mendapatkan  dividen  dan  bunga  reksadana,
                        investor reksadana berpeluang menikmati capital gain. Capital Gain
                        reksadana diperoleh dari selisih antara kenaikan dan penurunan harga
                        saham  atau  diskon  obligasi  yang  menjadi  portofolio  reksadana.
                        Manajer investasi akan membeli saham pada saat harga rendah dan
                        menjualnya  pada  saat  harga  tinggi.  selanjutnya  manajer  investasi
                        membagi capital gain itu kepada pemodal.

                              Perolehan dari capital gain tergantung pada manajer investasi.
                        Jika  dalam  prospektusnya  menjelaskan  bahwa  capital  gain  akan
                        didistribusikan dalam waktu tertentu maka pemegang reksadana akan
                        mendapat distribusi capital gain tersebut. Namun ada jenis reksadana
                        yang  tidak  mendistribusikan  capital  gain.  Reksadana  jenis  ini
                        memasukan capital gain kedalam nilai aset bersih yang akan diterima
                        sang pemodal.


                              Nilai  aset  bersih  merupakan  perbandingan  antara  total  nilai
                        investasi  yang  dilakukan  manajer  investasi  dengan  total  volume
                        reksadana yang diterbitkan. Contoh pada Januari tahun 2013, Dani
                        seorang  Manajer  Investasi  menerbitkan  500.000 lembar  reksadana
                        dengan harga Rp. 1.000. Harga ini dapat dianggap Nilai Aset Bersih
                        Awal.  Pada akhir tahun 2013, nilai  investasi  mengalami  kenaikan
                        menjadi Rp. 600.000.000,- dampak dari kenaikan harga saham yang
                        menjadi  portofolio.  Dani  sebagai  Manajer  investasi,  dan  juga
                        pembayaran deviden dan bunga obligasi. NAB baru adalah Rp. 600
                        Juta : 500.000 = Rp. 1.200,-. Berarti mengalami kenaikan 20%.







                                                   121
   140   141   142   143   144   145   146   147   148   149   150