Page 141 - How to Develop Corporate In Indonesia Especially in Region
P. 141
meliputi nilai bersih maksimal obligasi daerah, ketersediaan
pembayaran pokok dan bunga, dan ketersediaan pembayaran segala
biaya yang timbul dari penerbitan obligasi daerah.
Pengelolaan obligasi daerah dilaksanakan oleh Unit yang
ditunjuk oleh Gubernur, Bupati atau Walikota. Unit tersebut berupa
satuan kerja yang sudah ada atau satuan kerja yang baru, dimana
satuan kerja tersebut memiliki struktur organisasi, perangkat kerja,
dan kapasitas sumber daya manusia untuk melaksanakan fungsi
pengelolaan obligasi daerah.
Segala risiko yang timbul akibat penerbitan obligasi daerah
termasuk wajib membayar pokok dan bunga obligasi daerah pada
saat jatuh tempo, sepenuhnya menjadi tanggung jawab Pemda.
Menjadi kewajiban Pemda untuk menyampaikan Laporan
Pelaksanaan pengelolaan Obligasi Daerah kepada Menteri Keuangan
c.q Direktur Jenderal Perimbangan Keuangan. Jika pemda tidak
menyampaikan laporan tersebut, Menkeu dapat menunda
penyampaian Dana Perimbangan.
Faktor lain yang mendorong perusahaan daerah berminat
menerbitkan obligasi adalah biaya penerbitan obligasi dinilai jauh
lebih rendah dari kredit perbankan. Hal itu dikarenakan suku bunga
acuan relatif rendah. Hingga akhir kuartal ketiga 2012 terdapat
sembilan perusahaan daerah masuk pipeline penerbitan obligasi
dengan total nilai emisi sekitar Rp. 6,6 Triliun. Dana hasil penerbitan
obligasi ini rata-rata digunakan oleh masing-masing perusahaan
untuk ekspansi usaha dan pembiayaan kembali atas utang lama
(refinancing).
Perusahaan-perusahaan daerah yang masuk dalam pipeline
penerbitan obligasi itu yakni PT Bank Pembangunan Daerah
Lampung senilai Rp. 500 miliar, PT Salim Ivomas Pratama (SIMP)
Rp 1 Triliun, PT Greenwood Sejahtera (GWSA) Rp 500 miliar dan
PT Perusahaan Nasional Madani (Persero) senilai Rp 500 Miliar.
Kemudian obligasi PT Surya Semesta Internusa (SSIA) senilai Rp.
500 Miliar, PT CIMB Niaga Auto Finance senilai Rp 500 Miliar,
obligasi PT Sumberdaya Sewatama Rp 700 Miliar beserta penerbitan
117

