Page 146 - How to Develop Corporate In Indonesia Especially in Region
P. 146

4.3.5  Risiko Berinvestasi Reksadana

                              Ada  beberapa  Risiko  yang  akan  terjadi  jika  melakukan
                        investasi pada reksadana.


                        1) Risiko menurunnya NAB (Nilai Aktiva Bersih) Unit Penyertaan.
                           Hal  ini  disebabkan  harga  pasar  dari  instrumen  investasi  yang
                           dimasukkan  dalam  portofolio  Reksadana  tersebut  mengalami
                           penurunan dibandingkan dari harga pembelian awal. Penurunan
                           Harga  pasar  portofolio  investasi  reksadana  disebabkan  oleh
                           beberapa hal, diantaranya akibat terus memburuknya kinerja bursa
                           saham, memburuknya kinerja emiten, situasi politik dan ekonomi
                           yang tidak kondusif atau kondisi negatif lain.
                        2) Risiko likuiditas, hal ini, terjadi jika pemegang Unit Penyertaan
                           reksadana pada salah satu Manajer Investasi melakukan penarikan
                           dana dalam jumlah yang besar pada hari dan waktu yang sama.
                           Akibatnya manajer Investasi tersebut mengalami rush (penarikan
                           dana  secara  besar-besaran)  atas  unit  penyertaan  reksadana.
                           Kondisi  ini  terjadi  jika  kejadian  yang  luar  biasa  sehingga
                           mempengaruhi investor Reksa dana untuk melakukan penjualan
                           kembali Unit Penyertaan Reksa dana tersebut. Kondisi luar biasa
                           tersebut  bisa  terjadi  karena  situasi  politik  dan  ekonomi  yang
                           memburuk, bangkrutnya beberapa emiten publik yang saham atau
                           obligasinya menjadi portofolio Reksadana tersebut.
                        3) Risiko  pasar,  risiko  pasar  merupakan  kondisi  ketika  harga
                           instrumen  investasi  mengalami  penurunan  yang  terjadi  akibat
                           menurunnya kinerja pasar saham atau pasar obligasi secara drastis
                           (pasar sedang mengalami kondisi  bearish), dimana harga-harga
                           saham atau instrumen investasi lainnya mengalami terjun bebas.
                           Risiko  pasar  yang  terjadi  secara  tidak  langsung  akan
                           mengakibatkan  NAB  (Nilai  Aktiva  Bersih)  yang  ada  pada  unit
                           Penyertaan Reksa dana mengalami penurunan. Oleh karena itu,
                           disarankan pada investor jika membeli jenis Reksadana tertentu,
                           investor harus memperhatikan tren pasar dari instrumen portofolio
                           Reksa dana tersebut.
                        4) Risiko  Default,  Hal  ini  terjadi  jika  pihak  Manajer  Investasi
                           membeli  obligasi  milik  emiten  yang  mengalami  kesulitan




                                                   122
   141   142   143   144   145   146   147   148   149   150   151