Page 158 - How to Develop Corporate In Indonesia Especially in Region
P. 158

Perusahaan yang lebih efisien tentu akan dapat memberikan harga
                    barang  atau  jasa  yang  lebih  murah  dari  pada  perusahaan  yang  kurang
                    efisien. Demikian juga, biaya yang semestinya tidak terjadi akan dapat
                    ditekan, sehingga akan dapat menaikkan laba.

                        Jika kita mengkaji lebih dalam masalah yang dihadapi BUMD dan
                    perusahaan swasta daerah maka hampir semua mengalami persoalan pada
                    masalah efisiensi. Kebanyakan BUMD dan perusahaan swasta daerah di
                    Indonesia  beroperasi  dalam  kondisi  yang  sangat  tidak  efisien.
                    Penggunaan  dana  yang  boros  akibat  persoalan  KKN  dan  persoalan
                    keahlian sumber daya manusia tidak memiliki keahlian yang cukup dalam
                    mengelola  keuangan.  Selain  itu,  inefisiensi  BUMD  juga  merupakan
                    persoalan  lain  yang  menyebabkan  inefisiensi,  terutama  sumber  daya
                    produksinya  yang  telah  ketinggalan  jaman.    Kebanyakan  BUMD  dan
                    perusahaan  swasta  daerah  menjalankan  proses  produksi  dengan
                    menggunakan mesin-mesin peninggalan tua yang rata-rata usianya sudah
                    puluhan  tahun.  Kondisi  tersebut  menyebabkan  biaya  produksi  tinggi
                    sementara output yang dihasilkan kecil.

                        Kedua, mempermudah pencairan dana guna perluasan usaha. Bila
                    dilihat  dari  struktur  permodalannya,  hampir  semua  BUMD  maupun
                    perusahaan  swasta  daerah  membiayai  kegiatan  dari  utang,  baik  utang
                    jangka pendek dan jangka panjang, yang  kesemuanya berasal dari Bank.
                    Lebih memprihatinkan lagi pinjaman tersebut sebagian besar berasal dari
                    utang  luar  negeri  yang  notabene  mempunyai  risiko  tinggi  jika  terjadi
                    perubahan kurs.

                        Bisa  dibayangkan  bagaimana  berat  bebannya,  jika  kurs  rupiah
                    semakin  lama  semakin  merosot,  seperti  yang  terjadi  baru-baru  ini.
                    Bisakah  BUMD  menanggung  beban  tersebut  ?  Adakah  alternatif
                    pendanaan lain yang lebih aman ? tentu ada. Beban utang seperti itu bisa
                    dihindari bila BUMD/perusahaan daerah lainnya mau bermitra dengan
                    Perusahaan Modal Ventura (PMV) dan selanjutnya mencari dana di pasar
                    modal. Misalnya saja, dengan menerbitkan obligasi atau bahkan dengan
                    melepaskan saham ke pasar modal. Walaupun, harus diakui pula, bahwa
                    mencari dana dengan cara tersebut tidaklah mudah. Sebab, perusahaan
                    pencari dana harus memenuhi standar-standar yang diperlukan. Misalnya,
                    harus  menerbitkan  laporan  keuangan  yang  telah  diaudit  oleh  auditor



                                                   134
   153   154   155   156   157   158   159   160   161   162   163