Page 161 - How to Develop Corporate In Indonesia Especially in Region
P. 161
b. Melaksanakan studi kelayakan usaha untuk mengetahui apakah
produk barang dan jasa memiliki prospek yang menguntungkan.
c. Penerapan kelembagaan dan organisasi usaha dengan tenaga
terdidik dan terlatih yang dijiwai semangat kewirausahaan.
d. Menempatkan sumber daya manusia yang unggul, profesional dan
memiliki kemampuan pada bidang-bidang yang sesuai dengan
kebutuhan organisasi serta menghindari KKN.
e. Pemberian kewenangan yang lebih luas pada para direksinya dan
menghindarkan campur tangan pemerintah daerah pada
pelaksanaan operasional perusahaan.
f. Menerapkan tata kelola perusahaan yang baik (GCG).
Berbagai model pembenahan yang telah dibahas di atas bisa
dipertimbangkan sebagai solusi atas persoalan-persoalan yang dihadapi
BUMD-BUMD dan perusahaan swasta daerah. Jenis pendekatan yang
dipilih, tentu tidak lepas dari kesiapan masing-masing BUMD dan
perusahaan swasta daerah pada kebijakan para pengelolanya. Bila melihat
pengalaman selama ini, pembenahan yang paling banyak dilakukan oleh
perusahaan Negara (BUMN) adalah dengan menjual saham ke bursa.
Apakah BUMD juga akan mengikuti jejak BUMN tentu tidak dapat
ditentukan dengan mudah. Yang jelas upaya untuk mengarah kesana
harus terus dipikirkan, dan perlunya perhatian khusus terhadap BUMD.
Sebab, posisinya dalam konteks otonomi daerah sangat penting.
Keberadaan BUMD seharusnya tidak hanya sekedar sebagai
perusahaan penyedia jasa publik semata, melainkan harus dapat menjadi
penopang perekonomian di daerah masing-masing. Untuk itu pengelolaan
yang efisien dan profesional sungguh diperlukan. Dan, sebuah kemauan
yang kuat untuk memberdayakan BUMD harus pula menjadi agenda
utama disamping upaya lainnya dalam melaksanakan pembangunan
daerah.
137

