Page 165 - How to Develop Corporate In Indonesia Especially in Region
P. 165

2.  Meningkatkan Peran Perusahaan Daerah

                    Sudah semestinya, pemerintah daerah menerapkan kebijakan dan strategi
               pembangunan daerah sembari memperhatikan potensi dan kelemahan daerah,
               dan  menciptakan  iklim  bisnis  yang  kondusif  dengan  mengupayakan
               ketersediaan  modal,  infrastruktur  dan  fasilitasnya,  ketersediaan  tenaga
               terampil,  layanan  pendidikan  dan  pelatihan,  jaringan  pengetahuan,
               ketersediaan layanan bisnis, lembaga  lingkungan pendukung pembangunan
               daerah,  dan  kualitas  pengelolaan  sektor  publik.  Lebih  dari  itu  pemerintah
               daerah  mesti  kreatif  memanfaatkan  berbagai  potensi  dan  peluang  bisnis
               dengan mendirikan badan usaha milik daerah (BUMD) dan giat mendorong
               warga daerah untuk menjadi wirausahawan: mengembangkan Usaha Mikro
               Kecil dan Menengah (UMKM).

                    Memang, sampai dengan tahun 1995 sejumlah lembaga terkait dengan
               UMKM  seperti  BPS,  Bank  Indonesia,  Kementerian  Perindustrian,
               Kementerian Keuangan, dan Kamar Dagang dan Industri Indonesia (KADIN)
               menerapkan batasan dan kriteria yang berbeda-beda tentang UMKM. Bank
               Indonesia misalnya berpendapat bahwa yang disebut sebagai usaha kecil yaitu
               suatu perusahaan atau perorangan yang mempunyai total aset maksimal Rp.
               600  Juta,  tidak  termasuk  rumah  dan  tanah  yang  ditempati.  Kriteria  serupa
               dipakai  oleh  Kementerian  Perindustrian.  Menurut  Badan  Pusat  Statistik
               (BPS), UMKM dibagi atas beberapa kelompok sebagai berikut :

                    Usaha rumah tangga yaitu usaha yang memiliki 1-5 tenaga kerja; Usaha
               Kecil  :  6-19  tenaga  kerja;  dan  Usaha  Menengah  :  20-99  Tenaga  Kerja.
               Sedangkan Kamar Dagang Industri Indonesia (KADIN) menerapkan kriteria
               yang berbeda. Bagi KADIN yang disebut Industri Kecil yaitu sebuah industri
               yang mempunyai total aset maksimal Rp. 600 Juta, termasuk rumah dan tanah
               yang ditempati dengan jumlah tenaga kerja di bawah 250 Orang.


                    Menurut  Kementerian  Keuangan  yang  disebut  usaha  kecil  yaitu  suatu
               badan usaha atau perorangan yang mempunyai aset setinggi-tingginya Rp. 300
               juta atau  yang mempunyai  omset penjualannya  maksimal  Rp 300 Juta per
               tahun. Perbedaan beberapa kriteria tersebut dapat dimengerti karena alasan
               kepentingan  pembinaan  yang  spesifik  dari  masing-masing  sektor/kegiatan
               yang  bersangkutan.  Namun  disadari  pula  bahwa  dalam  beberapa  hal
               perbedaan tersebut dapat menimbulkan kesulitan bagi suatu lembaga peneliti



                                                   141
   160   161   162   163   164   165   166   167   168   169   170