Page 18 - How to Develop Corporate In Indonesia Especially in Region
P. 18

BAB I
                          DUNIA USAHA DAN PELAJARAN BERHARGA
                                       DARI KRISIS EKONOMI


               1.  Krisis Ekonomi di Berbagai Belahan Dunia
               1.1. Krisis Ekonomi di Amerika Serikat
                    Krisis ekonomi di Amerika Serikat pada tahun 2008 diawali dengan suatu
               model kredit perumahan yang dikenal dengan istilah Subprime. Ini merupakan
               jenis kredit perumahan yang dikhususkan bagi masyarakat Amerika Serikat
               yang  memiliki  penghasilan  kelas  menengah  ke  bawah  atau  berpendapatan
               kurang memadai (nonbankable). Subprime muncul pertama kali pada tahun
               1930 an. Kredit ini dibuat pada saat terjadinya krisis ekonomi di AS yang
               dikenal dengan Great Depression. Pemerintah Amerika Serikat pada saat itu
               mempelopori kredit perumahan subprime agar masyarakat kelas menengah ke
               bawah dapat memiliki rumah hunian. Untuk menjaga  risiko kerugian, maka
               Pemerintah Amerika Serikat melalui Federal Housing Administration (FHA)
               membuat  undang-undang  perumahan  (National  Housing  Act)  memberikan
               asuransi bagi lender (perbankan).


                    Bank Sentral AS pada tahun 2001 kemudian menurunkan tingkat suku
               bunga dengan cukup tajam, hingga mencapai 1%. Tujuan Penurunan ini untuk
               menggenjot pertumbuhan ekonomi di Amerika Serikat yang pertumbuhannya
               minus saat itu. Penurunan suku bunga, membuat masyarakat AS berbondong-
               bondong melakukan pinjaman untuk membiayai kegiatan usaha. Meskipun
               sebagian masyarakat ada juga yang mengambil kredit untuk konsumsi. Efek
               dari penurunan suku bunga ini berdampak positif pada pertumbuhan ekonomi
               Amerika  Serikat.  Selain  meminjam  masyarakat  Amerika  Serikat  yang
               memiliki tabungan mengalihkan dananya dari tabungan ke investasi. Hal ini
               dipicu rendahnya tingkat suku bunga berdampak pada tingkat bunga untuk
               mortgage  (KPR)  juga  rendah.  Kemudian  mendorong  masyarakat  Amerika
               menginvestasikan uangnya dengan membeli rumah.

                    Melihat  animo  untuk  membeli  KPR  semakin  besar,  maka  para
               pengembang  properti  pun  memperoleh  pinjaman  rumah  untuk  melakukan
               ekspansi  usahanya  dan  bank  memberikan  pinjaman  tanpa  memperhatikan
               aspek kejujuran, transparansi dan akuntabilitas kondisi pembeli perumahaan




                                                    1
   13   14   15   16   17   18   19   20   21   22   23