Page 20 - How to Develop Corporate In Indonesia Especially in Region
P. 20

Aktifnya  pasar  kredit  Kredit  Kepemilikan  Rumah  memunculkan
               maraknya pasar Collateralized Debt Obligation (CDO). CDO (Collateralized
               Debt  Obligation)  merupakan  obligasi  yang  diterbitkan  oleh  bank  maupun
               institusi keuangan lainnya. Bunga  yang digunakan untuk membayar bunga
               obligasi  CDO (Collateralized Debt Obligation) adalah bunga yang diperoleh
               dari  Kredit  Kepemilikan  Rumah  (KPR).  Dana  yang  diperoleh  Institusi
               perbankan  dan  keuangan  merupakan  hasil  penjualan  obligasi  CDO
               (Collateralized Debt Obligation), yang kemudian digunakan untuk memberi
               Kredit  Kepemilikan  Rumah,  yang  kemudian  dipakai  untuk  menerbitkan
               obligasi CDO (Collateralized Debt Obligation).

                    Hasilnya  memang  berdampak  pada  naiknya  pertumbuhan  ekonomi
               Amerika Serikat pada saat itu. Disisi lain pertumbuhan ekonomi yang tinggi
               tersebut membuat angka inflasi menjadi makin tinggi. Makanya tahun 2004
               The Fed menaikkan suku bunga dalam rangka mengendalikan tingkat inflasi.
               Oleh karena suku  bunga bank mengalami  kenaikan maka bunga  KPR  pun
               mengalami  kenaikan.  Kenaikan  bunga  KPR  tersebut  berdampak  langsung
               pada para konsumen peserta program KPR terutama peserta dari kelompok
               berpenghasilan  rendah.  Para  pengembangpun  mencoba  menyelesaikan
               masalah tersebut dengan menyita rumah-rumah tersebut dan melelangkannya.
               Namun  persoalan  lain  muncul.  Ketika  tingkat  suku  bunga  mengalami
               kenaikan,  harga  rumah  pun  menjadi  mahal.  Akibatnya  calon  pembeli  pun
               berkurang.

                    Banyaknya rumah baru yang belum terjual dan properti lama yang disita
               bank  menjadi  tidak  laku  terjual.  Para  pengusaha  properti  pun  mengambil
               langkah  menurunkan  harga  jual  properti.  Dampak  dari  strategi  penurunan
               harga  properti  tersebut  adalah  para  pengembang  dan  para  investor  bidang
               properti mengalami kesulitan untuk mencicil pinjamannya ke bank. Hutang
               mereka ke bank pun menjadi semakin besar kredit macet pun mewabah.

                    Kondisi krisis mulai dirasakan masyarakat Amerika Serikat pada akhir
               tahun  2005  hingga  awal  tahun  2006.  Hal  ini  menyebabkan  terjadinya
               gelembung ekonomi (economic bubble) khususnya gelembung spekulasi , atau
               gelembung keuangan. Artinya perdagangan dalam volume besar dengan harga
               yang sangat berbeda dengan nilai intrinsiknya. Dengan kata lain para pelaku
               bisnis properti memperdagangkan produk atau aset dengan harga yang lebih
               tinggi daripada nilai fundamentalnya.



                                                    3
   15   16   17   18   19   20   21   22   23   24   25