Page 19 - How to Develop Corporate In Indonesia Especially in Region
P. 19

tersebut.  Meningkatnya  minat  beli  masyarakat  AS  yang  tinggi  dan  proses
               pembuat rumah yang lama membuat harga properti melambung.

                    Peningkatan harga properti tersebut dimanfaatkan oleh masyarakat AS
               untuk  mengambil  keuntungan  dengan  melakukan  refinancing.  Meskipun
               rumah yang mereka beli belum terjual atau dijual tetapi kenaikan harga yang
               mereka harapkan  sudah  dinikmati,  yaitu dengan  cara mengambil  pinjaman
               tambahan dengan jaminan rumah yang sama. Pinjaman ini digunakan untuk
               konsumsi atau untuk investasi di properti lain karena tergiur dengan harga
               yang menanjak dengan drastis. Hal seperti ini yang membuat harga properti
               melonjak secara tak terkendali. Maka pecahlah krisis ekonomi yang dikenal
               dengan sebutan krisis Subprime Mortgage.

                    Krisis  ini  dipicu  oleh  sikap  agresif  berbagai  institusi  keuangan  dalam
               memberikan kredit keuangan KPR untuk memperoleh keuntungan. Institusi-
               institusi keuangan ini memberikan berbagai kemudahan dan bunga menarik
               serta  jangka  waktu  pinjaman  yang  relatif  panjang  dengan  adanya  jaminan
               berupa rumah. Untuk menjaring customer mereka juga menerima pengajuan
               kredit para customer yang secara finansial kurang mampu dan pendapatannya
               tidak layak untuk melakukan Kredit Kepemilikan Rumah (KPR). Contohnya
               para pegawai tidak tetap, karyawan perusahaan yang berpenghasilan rendah,
               dan sebagainya.

                    Agresivitas  pihak  bank  diekspresikan  lewat  menerbitkan  sebuah  jenis
               KPR  yang  disebut  ARM  (Adjustable  Rate  Mortgage).  Sistem  ARM
               (Adjustable  Rate  Mortgage)  merupakan  kredit  perumahan  dengan  tawaran
               tingkat suku bunganya dalam periode 2-3 tahun pertama sangat murah dan
               pada tahun selanjutnya baru akan mengalami kenaikan lebih tinggi daripada
               Kredit Kepemilikan Rumah biasa (KPR). Dengan tawaran tersebut membuat
               konsumen  sektor  properti  berbondong-bondong  untuk  mengambil  Kredit
               Kepemilikan Rumah jenis ARM. Model kredit ARM membuat masyarakat
               Amerika Serikat menjadikan bagian dari bisnis mereka dengan harapan jika
               sebelum masa 2-3 tahun itu habis disaat pasar properti mengalami kenaikan
               harga,  maka  mereka  akan  menjual  ataupun  melakukan  refinancing  dengan
               kenaikan harga tersebut.








                                                    2
   14   15   16   17   18   19   20   21   22   23   24