Page 208 - How to Develop Corporate In Indonesia Especially in Region
P. 208

UU No. 19 Tahun 2003 secara jelas menyebutkan keharusan penerapan
               GCG  dalam  BUMN.  Oleh  Karena  itu  semua  BUMN  harus  menyesuaikan
               pengelolaannya agar sesuai dengan prinsip-prinsip GCG.


               2.  Pengertian GCG

                    Istilah “Corporate Governance” pertama kali dikenalkan oleh Cadbury
               Committee di inggris tahun 1922 yang menggunakan istilah dimaksud dalam
               laporannya  yang  dikenal  dengan  Cadbury  Report  (dalam  Sukrisno  Agoes,
               2006).  Berikut  disajikan  beberapa  definisi  “Corporate  Governance”  dari
               beberapa sumber, diantaranya “

               1.  Cadbury Committee of United Kingdom


                    A  Set  of  rules  that  define  the  relationship  between  shareholders,
                    managers, creditors, the government, employees, and other internal and
                    external stakeholders in respect to their right and responsibilities, or the
                    system by which companies are directed and controlled.

               2.  Forum For Corporate Governance In Indonesia (FCGI-2006)

                    FCGI  tidak  membuat  definisi  sendiri,  namun  mengadopsi  definisi
                    Cadbury Committee of United Kingdom dan menerjemahkannya sebagai
                    berikut  :  “Seperangkat  peraturan  yang  mengatur  hubungan  antar
                    pemegang saham, pengurus (pengelola) perusahaan, kreditur, pemerintah,
                    karyawan serta para pemegang kepentingan internal dan eksternal lainnya
                    yang berkaitan dengan hak-hak dan kewajiban mereka, atau dengan kata
                    lain suatu sistem yang mengarahkan dan mengendalikan perusahaan”

               3.  Sukrisno Agoes (2006)

                    Tata Kelola perusahaan yang baik sebagai suatu sistem yang mengatur
                    hubungan  peran  dewan  komisaris,  para  direksi,  pemegang  saham,  dan
                    pemangku kepentingan lainnya. Tata kelola perusahaan yang baik juga
                    disebut  sebagai  suatu  proses  yang  transparan  atas  penentuan  tujuan
                    perusahaan, pencapaiannya dan penilaian kinerjanya.


               4.  Organization  for  Economics  Cooperation  and  Development  (OECD)
                    dalam Tjager dkk (2004)



                                                   184
   203   204   205   206   207   208   209   210   211   212   213