Page 204 - How to Develop Corporate In Indonesia Especially in Region
P. 204

Denis  dan  McConnell  (2003)  menyatakan  ada  dua  tahap  generasi
               perkembangan  konsep  GCG  hingga  abad  ke-21.  Generasi  pertama  yang
               dibidangi oleh Berle dan Means (1932) menekankan pada konsekuensi dari
               terjadinya pemisahan antara kepemilikan dan kontrol atas suatu perusahaan
               modern (The modern corporation). Menurut Berle dan Means jika perusahaan
               berkembang semakin besar maka pengelolaan perusahaan yang dipegang oleh
               pemilik (owner-manager) harus diserahkan pada profesional menurut mereka
               ada pemisahan tegas antara kepemilikan dan pengelola usaha.

                    Abdulkadir  Muhammad  (1993)  menyatakan  bahwa  pada  awalnya
               pengusaha adalah orang yang menjalankan perusahaan atau menyuruh orang
               lain  menjalankan  perusahaan,  baik  itu  dilakukan  sendiri  maupun  dengan
               bantuan  pekerja  atau  pegawai.  Maka  pengusaha  tersebut  dalam  hal  ini
               berfungsi  sebagai  pengusaha  dan  sebagai  pimpinan  perusahaan.  Kemudian
               ada  juga  pengusaha  yang  tidak  turut  serta  dalam  menjalankan  perusahaan
               maka  pengusaha  tersebut  hanya  menyuruh  orang  lain  untuk  menjalankan
               perusahaannya.  Orang  lain  yang  menjalankan  perusahaan  tersebut  diberi
               kuasa  atas  nama  pemberi  kuasa,  disebut  juga  pimpinan  perusahaan  atau
               manajer  atau  direktur  perusahaan.  Dari  segi  fungsi,  seorang  pengusaha
               mempunyai kedudukan sebagai berikut :

               1)  sebagai pengusaha bekerja sendiri
               2)  pengusaha bekerja dengan bantuan pekerja, dan
               3)  pengusaha yang memberikan kuasa kepada orang lain yang menjalankan
               4)  perusahaannya.

                    Menurut Denis dan McConnell (2003) sebagaimana dikutip oleh Ahmad
               Syahroza pada tahap generasi pertama perkembangan konsep GCG muncul
               pemikir  terkenal  dalam  ilmu  manajemen  yaitu  Jensen  Meckling  (1976).
               Pemikirannya  terkenal  dengan  teori  keagenan  (Agency  Theory)  yang
               merupakan perkembangan riset yang luar biasa di bidang governance melalui
               teori keagenan (Agency Theory) ini berbagai bidang ilmu seperti sosiologi,
               manajemen  strategik,  manajemen  keuangan,  akuntansi,  etika  bisnis  dan
               organisasi  mulai  menggunakan teori  keagenan untuk  memahami fenomena
               corporate  governance.  Hal  ini  mengakibatkan  perkembangan  corporate
               governance  menjadi  multidimensi.  Turnbull  menyebutnya  sebagai  sebuah
               ilmu multi disiplin ilmu. Pada periode sebelumnya manfaat dari teori tersebut
               hanya didominasi oleh para ahli hukum dan ekonomi. Berbagai teori keagenan



                                                   180
   199   200   201   202   203   204   205   206   207   208   209