Page 223 - How to Develop Corporate In Indonesia Especially in Region
P. 223
6.3. Direksi
1) Peranan Direksi
Direksi bertugas untuk mengelola perseroan. Direksi wajib
mempertanggungjawabkan pelaksanaan tugasnya kepada pemegang
saham melalui RUPS.
2) Komposisi Direksi
Komposisi direksi harus sedemikian rupa sehingga
memungkinkan pengambilan keputusan yang efektif, tepat dan cepat
serta dapat bertindak secara independen dalam arti tidak mempunyai
kepentingan yang dapat mengganggu kemampuannya untuk
melaksanakan tugasnya secara mandiri dan kritis.
Seyogyanya paling sedikit 20% dari jumlah anggota dewan direksi
berasal dari kalangan di luar perseroan. Mereka ini harus bebas dari
pengaruh anggota dewan komisaris dan anggota direksi lainnya, serta
pemegang saham pengendali.
Hal-hal lain seperti mengenai rapat, kepatuhan pada anggaran
dasar dan peraturan perundang-undangan serta larangan untuk
mengambil keputusan pribadi, diatur sama seperti pada ketentuan
untuk dewan komisaris.
3) Peran Direksi dalam Akuntansi
Direksi Wajib memberitahukan komite audit jika direksi
memerlukan pendapat kedua (second opinion) mengenai masalah
akuntansi yang penting.
6.4. Sistem Audit
1) External Auditor
External Auditor harus ditunjuk oleh RUPS dari calon yang
diajukan oleh dewan komisaris berdasarkan usul komite audit.
External auditor harus bebas dari pengaruh dewan komisaris, direksi
dan pihak yang berkepentingan di perusahaan.
199

