Page 257 - How to Develop Corporate In Indonesia Especially in Region
P. 257

menjadi dasar pola perilaku dalam berbangsa dan bernegara akan mengarah
               pada satu tatanan kenegaraan yang stabil.

                    Pokok-pokok  etika  dalam  kehidupan  berbangsa  mengedepankan
               kejujuran, amanah, keteladanan, sportivitas, disiplin, etos kerja, kemandirian,
               sikap  toleransi,  rasa  malu,  tanggungjawab,  menjaga  kehormatan  serta
               martabat diri sebagai warga negara. Etika kehidupan berbangsa ini meliputi
               etika sosial dan budaya, etika politik dan pemerintahan, etika ekonomi dan
               bisnis, etika penegakan hukum yang berkeadilan, etika keilmuan, dan etika
               lingkungan.

               3).  TAP MPR No. XI/MPR/1998 tentang Penyelenggaraan Negara yang
                    Bersih dan Bebas dari Korupsi, Kolusi dan Nepotisme


                    MPR RI berketetapan untuk memfungsikan secara proporsional dan benar
               Lembaga-Lembaga  Negara  sehingga  penyelenggaraan  negara  berlangsung
               sesuai  dengan  UUD  1945.  Dalam  kaitan  ini,  penyelenggara  negara  pada
               lembaga-lembaga  eksekutif,  legislatif,  dan  yudikatif  harus  melaksanakan
               fungsi dan tugasnya dengan baik dan bertanggung jawab kepada masyarakat,
               bangsa  dan  negara.  Untuk  menjalankan  fungsi  dan  tugasnya  tersebut,
               penyelenggara negara harus jujur, adil, terbuka, dan terpercaya, serta mampu
               membebaskan diri dari praktek korupsi, kolusi, dan nepotisme.


               4).  Undang-Undang  No.  43  Tahun  1999  Perubahan  Arah  Undang-
                    Undang  No.    8  Tahun  1974  tentang  Pokok-Pokok  Kepegawaian
                    Pegawai Negeri Sipil

                    Dalam Undang-Undang ini pegawai negeri (PNS) berkedudukan sebagai
               unsur  aparatur  negara  yang  bertugas  untuk  memberikan  pelayanan  kepada
               masyarakat secara profesional, jujur, adil, dan merata dalam penyelenggaraan
               tugas negara, pemerintahan, dan pembangunan. Dalam kedudukan dan tugas
               tersebut PNS harus netral dari pengaruh semua golongan dan partai politik
               serta tidak diskriminatif dalam memberikan pelayanan kepada masyarakat.
               Untuk menjamin netralitas, PNS dilarang menjadi anggota dan/atau pengurus
               partai  politik.  Untuk  menjamin  penyelenggaraan  tugas  pemerintahan  dan
               pembangunan  secara  berdayaguna  dan  berhasilguna,  diperlukan  adanya
               Manajemen PNS, termasuk karyawan perusahaan daerah, yang didukung oleh
               pegawai/karyawan  yang  profesional,  bertanggung  jawab,  jujur  dan  adil




                                                   233
   252   253   254   255   256   257   258   259   260   261   262