Page 253 - How to Develop Corporate In Indonesia Especially in Region
P. 253

manakala  sesuatu  terjadi  di  masa  depan.  Selanjutnya  budaya  sharing  dan
               caring  seringkali  dapat  diraih  oleh  seluruh  stakeholder  perusahaan  baik
               pemasok,  pelanggan  dan  pemegang  saham.  Dalam  lingkungan  kerja  yang
               lebih manusiawi, karyawan juga akan lebih kreatif dan memiliki moral yang
               lebih tinggi, dua faktor yang sangat berhubungan dengan tingginya kinerja
               organisasi (Zamor, 2003).

                    Kepuasan kerja karyawan yang dilandasi dengan nilai-nilai spiritualitas
               berdampak  pada  kinerja  karyawan  seperti  meningkatnya  produktivitas,
               menurunya tingkat kehadiran, menurunnya tingkat kesalahan dan kecelakaan
               kerja,  serta  meningkatnya  efisiensi.  Selanjutnya  kinerja  karyawan  akan
               meningkatkan  kinerja  perusahaan,  dan  bagi  sebuah  spiritual  company
               peningkatan  kinerja  perusahaan  berarti  juga  peningkatan  kemakmuran
               stakeholder. Dari pembahasan di atas kiranya nampak jelas bahwa penerapan
               nilai-nilai  spiritualitas di  dalam praktik bisnis  berdampak positif baik  bagi
               karyawan maupun bagi perusahaan. Dalam Jangka panjang dampak-dampak
               positif  ini  akan  terakumulasi  dan  berdampak  positif  pula  secara  luas  bagi
               kehidupan manusia secara menyeluruh dalam menjalankan fungsinya dimuka
               bumi.



               1.7. Membangun Corporate Culture di Perusahaan Daerah


               1.7.1 Rekayasa Budaya di Perusahaan Daerah

                    Merekayasa  budaya  organisasi/perusahaan  reengineering  corporate
               culture harus dimulai dari pertanyaan “bagaimana nilai-nilai yang ada saat ini
               dan bagaimana budaya korporasi yang berlaku saat ini”, setelah hal tersebut
               terjawab maka kita akan mencari  “nilai  nilai  yang dibutuhkan dan budaya
               organisasi/perusahaan yang ideal”.

                    Melalui compliance approach (pendekatan kepatuhan) suatu perusahaan
               daerah atau BUMD harus membangun kembali aturan perilaku; etika/kode
               etik; reward and punishment; sistem rekruitmen; aturan pola karir; dan lain-
               lainnya. Dengan memperhatikan alat-alat/perangkat kerja suatu BUMD, maka
               seluruh individu yang ada dalam suatu BUMD harus bisa menginternalisasi
               dan menghayati nilai-nilai ideal yang ditetapkan oleh suatu BUMD.





                                                   229
   248   249   250   251   252   253   254   255   256   257   258