Page 252 - How to Develop Corporate In Indonesia Especially in Region
P. 252
Rebecca Paribus dalam Laabs (1995) menyampaikan bahwa
menyediakan waktu bagi karyawan untuk memenuhi kebutuhan spiritualnya
akan memberikan keuntungan bagi perusahaan dalam berbagai cara.
Pemenuhan kebutuhan spiritual karyawan akan mampu menumbuhkan dan
meningkatkan energi positif. Karyawan juga akan lebih memiliki sikap positif
dan tingkat kreativitas yang lebih tinggi. Perusahaan juga akan dapat
menyaksikan perusahaan yang dramatis dalam mental, emosional dan
kesehatan fisik karyawan.
Paul dalam Laabs (1995) juga menyampaikan bahwa implementasi dari
spiritual-formation office akan dirasakan perusahaan dengan semakin
kecilnya kasus-kasus pelecehan, ketidaksempurnaan kerja, tingkat stress dan
komplain dari karyawan sehubungan dengan masalah pengupahan, dan
meningkatnya kegiatan-kegiatan fund-raising, serta meningkatnya keserasian
nilai-nilai inti dengan pengekspresian nilai-nilai tersebut dalam kegiatan
sehari-hari.
Kale dan Shrivastava (2003) menyampaikan bahwa merealisasikan
tempat kerja yang melaksanakan nilai-nilai spiritualitas tidak hanya mampu
menciptakan harmonisasi di lingkungan kerja namun juga akan menjadikan
tempat kerja yang mampu menghasilkan keuntungan yang baik. Oleh karena
itu perusahaan perlu senantiasa mencari alat dan metode untuk memenuhi
kebutuhan spiritual di tempat kerja dan enneagram merupakan salah satu alat
yang mampu meningkatkan spiritualitas di tempat kerja.
Zamor (2003) menyampaikan bahwa dalam penelitian yang dilakukan
oleh Harvard Business School yang menguji 10 Perusahaan yang memiliki
budaya perusakan kuat (spirited workplace) dan 10 perusahaan yang memiliki
budaya yang lemah selama 11 tahun menemukan bukti bahwa terdapat
hubungan yang dramatis antara kekuatan budaya organisasi dengan tingkat
keuntungan perusahaan.
Saat ini telah banyak bukti empiris bahwa praktik spiritualitas di tempat
kerja mampu menciptakan budaya organisasi baru yang menjadikan karyawan
merasa lebih bahagia dan berkinerja lebih baik. Tumbuhnya motivasi bersama
untuk bekerja dan memaknai kerja mampu mengurangi keinginan untuk
pindah. Karyawan juga merasa turut memiliki perusahaan dan komunitasnya,
sebuah aspek penting dalam spiritualitas, akan mampu membantu karyawan
228

