Page 353 - How to Develop Corporate In Indonesia Especially in Region
P. 353

g.  Inspection,
               h.  Checklist
               i.  HAZOP (Hazard and Operability Studies).

                    Selain  langkah-langkah  diatas,  pihak  manajemen  perusahaan  dapat
               mengidentifikasi risiko melalui langkah-langkah sebagai berikutnya :


               a.  Menyusun  pengelompokan  bisnis  yang  diperkirakan  memiliki
                    kemungkinan akan mengalami kerugian.
               b.  Menyusun  dan  membuat  daftar  kerugian  menurut  peringkat  kerugian
                    yang terjadi. Itu berarti, bisnis yang memiliki risiko terbesar yang menjadi
                    peringkat teratas, kemudian disusul dengan bisnis-bisnis dengan tingkat
                    risiko mencegah sampai dengan risiko terkecil.
               c.  Membagi kerugian bisnis berdasarkan klasifikasi risiko benda berwujud
                    dan tak berwujud, meliputi :
                    a)  Risiko  kerugian atas peralatan dan perlengkapan  yang hilang atau
                        rusak.
                    b)  Risiko kerugian penjualan barang dan jasa akibat mulai menurunnya
                        permintaan atas barang yang dimiliki perusahaan.
                    c)  Risiko  kerugian  atas  ketidakmampuan  menyelesaikan  hutang
                        maupun piutang.
                    d)  Kerugian  yang  dialami  karyawan  perusahaan.  Misalnya  kematian,
                        sakit yang berkepanjangan, usia tua, sakit dan lain-lain.

               2)  Al Bahar dan Crandall


                    Menurut  Al  Bahar  dan  Crandall  (1990),  analisis  risiko  didefinisikan
               sebagai  sebuah  proses  yang  menggabungkan  ketidakpastian  dalam  bentuk
               kuantitatif,  menggunakan  teori  probabilitas,  untuk  mengevaluasi  dampak
               potensial suatu risiko.

                    Lebih lanjut Al Bahar dan Crandall berpendapat bahwa, yang dibutuhkan
               adalah menentukan signifikasi atau dampak dari risiko tersebut, melalui suatu
               analisis probabilitas, sebelum risiko-risiko tersebut dibawa memasuki tahapan
               respon  manajemen.  Untuk  mendukung  tahapan  tersebut  maka  langkah
               pertama  yang  harus  dilakukan  adalah  mengumpulkan  data  yang  relevan
               terhadap risiko yang akan dianalisis. Data-data tersebut dapat diperoleh dari
               data historis perusahaan atau dari pengalaman proyek pada masa lalu. Jika data




                                                   329
   348   349   350   351   352   353   354   355   356   357   358