Page 356 - How to Develop Corporate In Indonesia Especially in Region
P. 356
2.2 Analisis Risiko
1). Pengertian Analisis Risiko
Secara sederhana, analisis risiko atau risk analysis dapat diartikan sebagai
sebuah prosedur untuk mengenali satu ancaman dan kerentanan, kemudian
menganalisanya untuk memastikan hasil pembongkaran, dan menyoroti
bagaimana dampak-dampak yang ditimbulkan dapat dihilangkan atau
dikurangi. Analisis Risiko juga dipahami sebagai sebuah proses untuk
menentukan pengamanan macam apa yang cocok atau layak untuk sebuah
sistem atau lingkungan (ISO 1799, “An Introduction To Risk Analysis”, 2012).
Analisa risiko telah dimulai sejak awal tahun enampuluhan. Namun pada
era tersebut analisis risiko masih bersifat konvensional, karena saat itu
lingkungan sosial, pasar, kompleksitas analisis risiko, teknologi, sumber data,
dan tidak memadai serta belum dewasanya ilmu pengetahuan manusia yang
terlibat di dalamnya masih sangat terbatas.
Dewasa ini penggunaan teknik analisis risiko sudah sangat berkembang
karena kelengkapan berbagai unsur pendukung seperti sumber data dan
teknologi yang sangat canggih. Para evaluator investasi juga melakukan
berbagai modifikasi berdasarkan pengalaman dan dalam jangka untuk
menyesuaikan dengan karakteristik lingkungan yang berubah (Austin J.J and
C.F. Sirmans, 1982:62).
2) Bentuk-Bentuk Teknik Analisis Risiko
Dalam manajemen risiko dikenal beberapa bentuk teknis analisis risiko
sebagai berikut :
a. Analisis Risiko Kuantitatif dan Kualitatif
James W. Merritt, dalam A Method for Quantitative Risk Analysis,
menjelaskan bahwa Analisis Risiko Kuantitatif merupakan satu metode
analisis risiko yang mengenali pengendalian pengamanan apa dan bagaimana
yang seharusnya diterapkan serta besaran biaya untuk menerapkannya.
Sedangkan Analisis Risiko Kualitatif digunakan untuk meningkatkan
kesadaran atas masalah keamanan sistem informasi dan sikap dari sistem yang
sedang dianalisis tersebut.
332

