Page 405 - How to Develop Corporate In Indonesia Especially in Region
P. 405

f.  penyandang  dana  yang  dilakukan  oleh  Bank  atau  Perusahaan
                        Besar/Menengah.

                    Contoh, penyandang dana yang tergolong dalam Sarinah Funds, adalah
               BDN, ASEI, DANA REKSA dan Sarinah Sendiri. Dana ini merupakan dana
               bergulir  dihimpun  dari  penyisihan  sebesar  2%-5%  dari  keuntungan  bersih
               perusahaan.  Sarinah  adalah  salah  satu  perusahaan  Besar  dalam  hal  ini
               mewakili BUMN yang bergerak di bidang retail (perdagangan eceran) yang
               melakukan kemitraan dengan usaha kecil dan koperasi. Disamping itu Sarinah
               juga melakukan pembinaan usaha kecil dan koperasi tanpa keterkaitan usaha.

               5.  Pelaku Kemitraan Usaha
                    Pelaku kemitraan usaha dapat dikelompokkan menjadi lima komponen,
               yaitu  penyedia  dana  (Bank),  perusahaan  modal  ventura  (PMV)  kelompok
               (perusahaan) investor saprodi, koperasi primer, kelompok tani dan kelompok
               usaha penjamin pasar (Martodireso dan Widada, 2001 :20-23).

                    Kemitraan  usaha  bukanlah  penguasaan  yang  satu  atas  yang  lain,
               khususnya  yang  besar  atas  yang  kecil,  melainkan  menjamin  kemandirian
               pihak-pihak  yang  bermitra.  Kemitraan  usaha  yang  kita  inginkan  bukanlah
               kemitraan yang bebas nilai, melainkan kemitraan yang tetap dilandasi oleh
               tanggung  jawab  moral  dan  etika  bisnis  yang  sehat,  yang  sesuai  dengan
               demokrasi    ekonomi.    Adapun     syarat-syarat   kemitraan   (Direktorat
               Pengembangan Usaha, 2002:20-21), adalah sebagai berikut :

                   Mempunyai itikad baik dalam membantu usaha kelompok mitra;
                   Memiliki teknologi dan manajemen yang baik;
                   Menyusun rencana kemitraan;
                   Berbadan hukum;
                   Kelompok usaha yang akan menjadi mitra usaha diutamakan telah dibina
                    oleh pemerintah daerah;
                   Perusahaan mitra dan kelompok mitra terlebih dahulu menandatangani
                    perjanjian kemitraan. Isi perjanjian kerjasama menyangkut jangka waktu,
                    hak  dan  kewajiban  termasuk  kewajiban  melapor  kemitraan  kepada
                    instansi  pembina  teknis  di  daerah,  pembagian  risiko  penyelesaian  bila
                    terjadi perselisihan dan kepastian hukum bagi kedua belah pihak;







                                                   381
   400   401   402   403   404   405   406   407   408   409   410