Page 3 - Hand out pembuatan jahe instan
P. 3
Garam dapur (Natrium Clorida ) digunakan untuk memperbaiki cita rasa, hal ini disebabkan karena garam
merupakan senyawa yang dapat mempertajam rasa dari hasil olahan.
Garam mempunyak karakteristik larut dalam air, merupakan suatu mineral yang mempunyai rasa kuat,
bersifat higroskopis dan memiliki sedikit atau tidak sama sekali aroma. Kwalitas garam yang dikehendaki
agar diperoleh jahe instan yang baik adalah : warnanya putih, bebas dari kotoran (benda asing lainnya),
keristalnya halus, tidak menggumpal dan mudah larut.
e. Bumbu tradisional
Bumbu tradisional dibuat dari gardamunggu, cengkeh, bunya pala dan kayu manis ditambah dengan air
kemudian dipanaskan hingga mendidih diamkan beberapa saat lalu disaring dengan kain saring. Cairan
yang diperolah sudah merupak bumbu tradisional yang dapat menambah kehangatan pada minuman jahe
instan.
3. Proses Produksi
Proses pembuatan jahe instan melalui beberapa tahapan sebagai berikut :
a. Sortasi atau pemilihan bahan
Bahan yang digunakan dalam pembuatan jahe instan harus bahan yang bermutu baik agar diperolah
produk yang bermutu baik juga.
Gunakan jahe kecil/emprit/kamput yang sudah tua, masih segar dan tidak busuk
Gunakan garam yang kristalnya halus berwana putih yang telah dimurnikan, contohnya garam refina
Gunakan cairan bumbu tradisional yang masih baik
b. Penimbangan
Bahan yang akan digunakan sebaiknya selalu ditimbang dengan benar, untuk menjaga mutu produk olahan
Hindarkan penggunaan sendok, gelas untuk alat ukur
c. Pengupasan
Pengupasan jahe dilakukan dengan cara mengikis bagian kulitnya dengan menggunakan pisau tajam,
bagian yang rusak atau busuk harus dibuang karena akan mempengaruhi kwalisas jahe instan
Untuk mempemudah perlakuan pengikisan, jahe yang bercabang dipatahkan dan dikikis masing-masing.
d. Pencucian
Jahe yang sudah bebas dari kulit dan bagian-bagian yang busuk dicuci dengan cara menyemprot jahe
dengan air bersih bertekanan tinggi, atau dengan cara mengacau jahe dengan tangan atau kaki sambil
diseram berkali kali hingga diperoleh jaeh yang bersih dan bebas dari sisa kulit, tanah dan kotoran lainnya.
e. Pengecilan Ukuran
Pengecilan ukuran dilakukan jika akan digiling dengan blender, hal ini dilakukan untuk mempermudah
proses penggilingan. Pengecilan ukuran dilakukan dengan cara mengiris jahe dgn ketebalan 2-4 mm.
Pengecilan ukuran juga dapat dilakukan dengan cara memarut umbi jahe, sehingga tidak perlu dilakukan
penggilingan lagi untuk mendapatkan ekstraknya.
f. Penggilingan
Penggilingan dengan menggunakan blender dilakukan dengan cara memasukkan jahe yang telah dipotong-
potong kedalam blender lalu ditambah dengan air secukupnya kemudian dilakukan penggilingan. Total air
yang ditambahkan sebanyak sebanyak 1000 cc untuk 700 gram jahe. Penambahan air dilakukan untuk
3

