Page 115 - Harry Potter and The Order Of The Phoenix
P. 115

'Kalian berdua baru saja ber-Apparate ke atas lututku!'


               'Yeah, well, lebih sulit melakukannya dalam gelap.'


               Harry melihat garis samar Fred dan George melompat turun dari tempat tidur
               Ron.


               Ada deritan per tempat tidur dan kasur Harry turun beberapa inci ketika George
               duduk dekat kakinya.


               'Jadi, sudah sampai di sana?' kata George dengan bersemangat.


               'Senjata yang disebut Sirius?' kata Harry.

               'Lebih tepatnya, tercetus,' kata Fred dengan seenak hatinya, sekarang dia duduk

               di sebelah Ron. 'Kami tidak mendengar mengenai itu pada Telinga, benar 'kan?'

               'Menurut kalian apa itu?' kata Harry.


               'Bisa apapun,' kata Fred.


               'Tapi tidak ada yang lebih buruk daripada Kutukan Avada Kedavra, benar 'kan?'


               kata Ron. 'Apa yang lebih buruk dari kematian?'


               'Mungkin sesuatu yang dapat membunuh banyak orang seketika,' usul George.


               'Mungkin suatu cara membunuh orang yang benar-benar menyakitkan,' kata Ron
               dengan takut.


               'Dia punya Kutukan Cruciatus untuk menimbulkan rasa sakit,' kata Harry, 'dia
               tidak butuh apapun yang lebih efisien daripada itu.'

               Ada keheningan sejenak dan Harry tahu bahwa yang lainnya, seperti dirinya,

               sedang mengira-ngira kengerian apa yang dapat disebabkan oleh senjata ini.

               'Jadi, menurutmu siapa yang memilikinya sekarang?' tanya George.


               'Kuharap dari sisi kita,' kata Ron, terdengar sedikit gugup.


               'Kalau benar, Dumbledore mungkin sedang menyimpannya,' kata Fred.


               'Di mana?' kata Ron dengan cepat. 'Hogwarts?'
   110   111   112   113   114   115   116   117   118   119   120