Page 120 - Harry Potter and The Order Of The Phoenix
P. 120

Sambil menyemprot dua Doxy dengan sekali semprot ketika mereka

               membumbung langsung ke hidungnya, Harry bergerak lebih dekat ke George
               dan bergumam dari sudut mulutnya, 'Apa itu Kotak Makanan Pembolos?'

               'Pilihan permen untuk membuatmu sakit,' George berbisik, sambil memandang

               punggung Mrs Weasley dengan waspada. 'Bukan benar-benar sakit, tahu, hanya
               cukup sakit untuk keluar dari kelas kalau kau mau. Fred dan aku telah
               mengembangkannya sepanjang musim panas ini. Permen-permen itu berujung
               ganda, diberi kode warna dan bisa dikunyah. Kalau kau makan bagian yang
               jingga dari Pastilles Muntah, kau akan muntah. Saat kau telah didorong keluar
               dari pelajaran ke sayap rumah sakit, kau telan bagian yang ungu --'


               '"-- yang memulihkan kesehatanmu, memungkinkanmu mengejar kegiatan luang
               pilihanmu sendiri selama satu jam yang seharusnya terbuang untuk kebosanan
               yang tidak menguntungkan." Itu yang kami taruh di iklannya.' bisik Fred, yang
               telah menepi dari pandangan Mrs Weasley dan sekarang sedang menyapu
               beberapa Doxy dari lantai dan menambahkan mereka ke dalam kantongnya.
               'Tapi mereka masih perlu sedikit kerja. Saat ini para penguji kami masih
               mengalami kesulitan menghentikan diri mereka muntah cukup lama untuk
               menelan ujung ungu.'


               'Para penguji?'


               'Kami sendiri,' kata Fred. 'Kami memakainya bergantian. George makan
               Manisan Pingsan -- kami berdua mencoba Gula-Gula Mimisan --'


               'Mum mengira kami habis berduel,' kata George.


               'Kalau begitu, toko leluconnya masih jalan?' Harry bergumam, sambil berpura-
               pura menyesuaikan ujung penyemprot pada semprotannya.


               'Well, kami masih belum berkesempatan untuk mendapatkan tempat usaha,' kata
               Fred, sambil menurunkan suaranya lebih rendah lagi ketika Mrs Weasley
               menyeka alis dengan scarfnya sebelum melanjutkan penyerangan, 'jadi saat ini
               kami menjalankannya sebagai usaha pesanan lewat pos. Kami menaruh iklan di
               Daily Prophet minggu lalu.'


               'Semuanya berkat kau, sobat,' kata George. 'Tapi jangan kuatir ... Mum tidak
               tahu sedikitpun. Dia tidak membaca Daily Prophet lagi, kar'na menceritakan
               berita-berita bohong mengenaimu dan Dumbledore.'
   115   116   117   118   119   120   121   122   123   124   125