Page 161 - Harry Potter and The Order Of The Phoenix
P. 161
gang itu,' dia berkata, 'selain Dudley Dursley, maksudku.'
Wajah gemuk Fludge terlihat mengendur, seakan-akan seseorang telah
mengeluarkan udara darinya. Dia memandang ke Dumbledore sejenak atau dua,
dengan penampilan seorang lelaki yang menguatkan dirinya kembali, berkata,
'Kutakutkan kita tidak punya waktu untuk mendengarkan kebohongan lagi,
Dumbledore, aku mau ini diatasi dengan cepat --'
'Aku mungkin salah,' kata Dumbledore dengan menyenangkan, 'tapi aku yakin
bahwa di bawah Piagam Hak-Hak Wizengamot, tertuduh mempunyai hak untuk
menghadirkan saksi-saksi bagi kasusnya? Bukankah itu kebijakan Departemen
Penegakan Hukum Sihir, Madam Bones?' dia meneruskan sambil berbicara
kepada penyihir wanita yang memakai kacamata berlensa satu.
'Benar,' kata Madam Bones. 'Sangat benar.'
'Oh, baiklah, baiklah,' kata Fudge dengan tajam. 'Di mana orang ini?'
'Aku membawanya bersamaku,' kata Dumbledore. 'Dia tepat di luar pintu.
Haruskah aku --'
'Tidak -- Weasley, kamu pergi,' Fudge menghardik Percy, yang bangkit seketika,
berlari menuruni tangga-tangga batu dari balkon hakim dan bergegas melewati
Dumbledore dan Harry tanpa melirik sekilaspun pada mereka.
Sejenak kemudian, Percy kembali, diikuti oleh Mrs Figg. Dia tampak takut dan
lebih sinting dari sebelumnya. Harry berharap dia berpikir untuk mengganti
selop karpetnya.
Dumbledore berdiri dan memberikan kursinya kepada Mrs Figg, menyihir kursi
kedua untuk dirinya sendiri.
'Nama lengkap?' kata Fudge dengan keras, ketika Mrs Figg telah duduk dengan
gugup di ujung kursi.
'Arabella Doreen Figg,' kata Mrs Figg dengan suara bergetar.
'Dan siapa sebenarnya Anda?' kata Fudge dengan suara bosan dan angkuh.

