Page 156 - Harry Potter and The Order Of The Phoenix
P. 156
kepadanya, bebrapa dengan ekspresi yang amat keras, yang lainnya tampang-
tampang keingintahuan yang jelas.
Di bagian paling tengah dari baris depan duduk Cornelius Fudge, Menteri Sihir.
Fudge adalah seorang pria yang gemuk yang sering memakai sebuah topi bowler
hijau-limau, walaupun hari ini dia tidak memakainya; dia juga tidak memakai
senyum ramah yang pernah digunakannya ketika berbicara kepada Harry.
Seorang penyihir wanita dengan rahang lebar dan persegi yang berambut kelabu
sangat pendek duduk di sebelah kiri Fudge; dia mengenakan kacamata berlensa
satu dan terlihat menakutkan. Di sisi kanan Fudge ada seorang penyihir wanita
lagi, tetapi dia duduk demikian jauh ke belakang sehingga wajahnya berada
dalam bayang-bayang.
'Baiklah,' kata Fudge. 'Tertuduh telah hadir -- akhirnya -- mari kita mulai.
Apakah kamu sudah siap?' dia memanggil ke ujung barisan.
'Ya, sir,' kata sebuah suara bersemangat yang dikenal Harry. Kakak Ron Percy
sedang duduk di bagian terujung bangku depan. Harry melihat kepada Percy,
mengharapkan beberapa tanda pengenalan darinya, tetapi tidak ada yang datang.
Mata Percy, di balik kacamata tanduknya, terpaku pada perkamennya, dengan
sebuah pena bulu berada di tangannya.
'Sidang dengar pendapat kedisiplinan pada tanggal dua belas Agustus,' kata
Fudge dengan suara berdering, dan Percy mulai mencatat seketika, 'pada
pelanggaran yang dilakukan terhadap Dekrit Pembatasan Masuk Akal bagi
Penggunaan Sihir di Bawah Umur dan Undang-Undang KErahasiaan
Internasional oleh Harry James Potter, penduduk di nomor empat, Privet Drive,
Little Whinging, Surrey.
'Para penginterogasi: Cornelius Oswald Fudge, Menteri Sihir; Amelia Susan
Bones, Kepala Departemen Penegakan Hukum Sihir; Dolores Jane Umbridge,
Menteri Muda Senior terhadap Menteri. Notulen sidang, Percy Ignatius Weasley
--'
'Saksi untuk pembelaan, Albus Percival Wulfric Brian Dumbledore,' kata sebuah
suara tenang dari belakang Harry, yang memalingkan kepalanya begitu cepat
sehingga lehernya jadi kaku.
Dumbledore sedang melangkah dengan tenang menyeberangi ruangan
mengenakan jubah biru-tengah malam yang panjang dan ekspresi benar-benar

