Page 160 - Harry Potter and The Order Of The Phoenix
P. 160
sabar. 'Bahkan menurutku semakin mengesankan semakin buruk jadinya,
mengingat bocah itu melakukannya dalam pandangan jelas seorang Muggle.'
'Aku melakukannya karena Dementor!' dia berkata dengan keras, sebelum orang
lain bisa menyelanya lagi.
Dia telah mengharapkan gumaman lagi, tetapi keheningan yang timbul kelihatan
jauh lebih pekat dari sebelumnya.
'Dementor?' kata Madam Bones setelah beberapa saat, alisnya yang tebal menaik
hingga kacamata berlensa satunya terlihat akan jatuh. 'Apa maksudmu, nak?'
'Maksudku ada dua Dementor di gang dan mereka menyerang aku dan
sepupuku!'
'Aha!' kata Fudge lagi, sambil menyeringai tidak menyenangkan ketika dia
memandang berkeliling pada Wizengamot, seakan-akan mengajak mereka
berbagi lelucon. 'Ya. Ya. Sudah kukira kita akan mendengar sesuatu seperti ini.'
'Dementor di Little Whinging?' Madam Bones berkata, dengan nada terkejut
sekali.
'Aku tidak mengerti --'
'Tidakkah kau, Amelia?' kata Fudge, masih menyeringai. 'Mari kujelaskan. Dia
telah memikirkannya terus dan memutuskan Dumbledore akan membuat cerita
pengantar yang sangat bagus, memang sangat bagus. Para Muggle tidak bisa
melihat Dementor, benar kan, nak? Sangat sesuai, sangat sesuai ... jadi itu cuma
perkataanmu dan tidak ada saksi ...'
'Aku tidak bohong!' kata Harry dengan keras, melawan pecahnya gumaman lagi
dari sidang. 'Ada dua, datangnya dari ujung-ujung gang yang berlawanan, semua
jadi gelap dan dingin dan sepupuku merasakan mereka dan lari --'
'Cukup, cukup!' kata Fudge dengan tampang sangat congkak di wajahnya. 'Aku
menyesal harus menyela apa yang kuyakin pasti sebuah cerita yang terlatih
dengan baik --'
Dumbledore mengencerkan tenggorokannya. Wizengamot terdiam lagi.
'Kenyataannya, kami memang punya seorang saksi akan kehadiran Dementor di
gang itu,' dia berkata, 'selain Dudley Dursley, maksudku.'

