Page 164 - Harry Potter and The Order Of The Phoenix
P. 164
menjauh dari sepupunya.
Dan itulah ... itulah yang terjadi,' Mrs Figg menyelesaikan dengan agak tertegun.
Madam Bones memandang Mrs Figg dalam keheningan. Fudge sedang tidak
melihat kepadanya sama sekali, tetapi sedang mengutak-atik kertas-kertasnya.
Akhirnya, dia menaikkan matanya dan berkata, dengan agak agresif, 'Itu yang
Anda lihat, bukan?'
'Itu yang terjadi,' Mrs Figg mengulangi.
'Baiklah,' kata Fudge. 'Anda boleh pergi.'
Mrs Figg memberi pandangan takut dari Fudge ke Dumbledore, lalu bangkit dan
berjalan dengan kaki terseret menuju pintu. Harry mendengarnya berdebuk
menutup di belakangnya.
'Bukan saksi yang amat meyakinkan,' kata Fudge dengan angkuh.
'Oh, aku tidak tahu,' kata Madam Bones dengan suaranya yang menggelegar.
'Dia benar-benar menggambarkan efek serangan Dementor dengan sangat
akurat. Aku tidak dapat membayangkan mengapa dia akan berkata mereka ada di
sana kalau memang tidak.'
'Tetapi Dementor berkeliaran ke kediaman Muggle dan hanya kebetulan bertemu
dengan seorang penyihir?' dengus Fudge. 'Kemungkinannya pastilah sangat,
sangat kecil. Bahkan Bagman sekalipun tidak akan bertaruh --'
'Oh, aku tidak mengira satupun dari kita percaya bahwa Dementor itu ada di sana
karena kebetulan,' kata Dumbledore dengan ringan.
Penyihir wanita yang duduk di sebelah kanan Fudge, dengan wajah dalam
bayang-bayang, bergerak sedikit tetapi semua orang lainnya tetap diam dan tidak
bersuara.
'Apa apa maksudmu itu?' Fudge bertanya dengan dingin.
'Maksudnya kukira mereka diperintahkan ke sana,' kata Dumbledore.
'Aku kira kita pasti akan punya catatan kalau seseorang menyuruh sepasang

