Page 195 - Harry Potter and The Order Of The Phoenix
P. 195

dari hidungnya; jelas dia tidak bisa mendeteksi sisa-sisa racun apapun, karena

               dia lalu mengoyaknya dengan gigi.

               '... pegangannya terbuat dari kayu ek Spanyol dengan pernis anti kutukan dan
               kendali getar terpasang --' Ron sedang berkata kepada Tonks.


               Mrs Weasley menguap lebar-lebar.


               'Well, kukira aku akan mengatasi Boggart itu sebelum tidur ... Arthur, aku tidak
               mau mereka terjaga terlalu malam, oke? Malam, Harry, sayang.'


               'Kau baik-baik saja, Potter?' gerutu Moody.


               'Yeah, baik,' dusta Harry.


               Moody meneguk dari botol labunya, mata biru elektriknya menatap ke samping
               kepada Harry.


               'Kemarilah, aku punya sesuatu yang mungkin menarik bagimu,' katanya.


               Dari salah satu kantong dalam di jubahnya Moody menarik sebuah foto sihir tua
               yang sangat compang-camping.

               'Order of the Phoenix yang asli,' geram Moody. 'Akhirnya kutemukan tadi

               malam sewaktu aku sedang mencari Jubah Gaib cadanganku, karena Podmore
               tidak punya sopan santun untuk mengembalikan jubah terbaikku ... kukira orang-
               orang mungkin ingin melihatnya.'


               Harry mengambil foto itu. Kerumunan kecil orang, beberapa melambai
               kepadanya, yang lain mengangkat kaca mata mereka, memandang balik
               kepadanya.


               'Itu aku,' kata Moody sambil menunjuk kepada dirinya sendiri. Moody di gambar
               itu tidak bisa salah dikenali, walaupun rambutnya tidak begitu kelabu dan
               hidungnya utuh. 'Dan itu Dumbledore di sampingku, Dedalus Diggle di sisi lain
               ... itu Marlene McKinnon, dia terbunuh dua minggu setelah ini diambil, mereka
               membunuh semua keluarganya. Itu Frank dan Alice Longbottom --'


               Perut Harry, yang telah tidak enak, mengejang ketika dia melihat kepada Alice
               Longbottom; dia mengenali wajah bulatnya yang bersahabat dengan baik,
   190   191   192   193   194   195   196   197   198   199   200