Page 199 - Harry Potter and The Order Of The Phoenix
P. 199
dan bola itu menghilang menjadi segumpal asap.
'Oh -- oh -- oh!' Mrs Weasley bernapas tertahan-tahan dan tangisannya pecah,
dengan wajah tertutup tangannya.
'Molly,' kata Lupin dengan suram, sambil berjalan ke arahnya. 'Molly, jangan ...'
Detik berikutnya, dia menangis sepuas hati di bahu Lupin.
'Molly, itu hanya Boggart,' katanya menenangkan, sambil menepuk-nepuk
kepalanya. 'Hanya Boggart bodoh ...'
'Aku melihat mereka m -- m -- mati setiap kali!' Mrs Weasley mengerang ke
bahunya. 'Setiap k -- k -- kali! Aku b -- b -- bermimpi tentang hal itu ...'
Sirius sedang menatap potongan karpet tempat Boggart, yang berpura-pura
sebagai mayat Harry, berada tadi. Moody sedang memandang Harry, yang
menghindari tatapannya. Dia punya perasaan aneh bahwa mata sihir Moody
telah mengikutinya sepanjang jalan dari dapur itu.
'J -- j -- jangan beritahu Arthur,' Mrs Weasley bernapas tertahan sekarang,
sambil menyeka matanya dengan kalut dengan ujung lengan bajunya. 'Aku t -- t -
- tak mau dia tahu ... bersikap tolol ...'
Lupin memberikan kepadanya sebuah sapu tangan dan dia meniup hidungnya.
'Harry, aku sangat menyesal. Apa yang pasti kaupikirkan tentang diriku?' dia
berkata gemetaran. 'Bahkan tidak bisa mengenyahkan Boggart ...'
'Jangan bodoh,' kata Harry, sambil mencoba tersenyum.
'Aku hanya b -- b -- begitu khawatir,' katanya, air mata bercucuran dari matanya
lagi. 'Setengah dari keluarga ada dalam Order, p -- p -- pastilah keajaiban kalau
kami semua selamat melewati ini ... dan P -- P -- Percy tidak mau bicara dengan
kami ...
bagaimana kalau sesuatu yang m -- m -- mengerikan terjadi dan kami tidak akan
pernah b -- b -- berbaikan dengannya? Dan apa yang akan terjadi kalau Arthur
dan aku terbunuh, siapa yang akan menjaga Ron dan Ginny?'

