Page 236 - Harry Potter and The Order Of The Phoenix
P. 236
kemungkinan.'
'Well, kau tidak boleh bersikap seperti itu,' kata Nick dengan nada tidak setuju.
'Kerja sama secara damai, itulah kuncinya. Kami para hantu, walaupun kami
berada dalam asrama yang berbeda, mempertahankan ikatan persahabatan.
Walau ada persaingan antara Gryffindor dan Slytherin, aku tidak akan pernah
bermimpi untuk bersiteru dengan Baron Berdarah.'
'Hanya karena kau takut kepadanya,' kata Ron.
Nick si Kepala-Nyaris-Putus tampak sangat tersinggung.
'Takut? Kuharap aku, Sir Nicholas de Mimsy-Porpington, belum pernah bersalah
atas kepengecutan seumur hidupku! Darah mulia yang mengalir di nadiku --'
'Darah apa?' tanya Ron. 'Tentunya kau tidak lagi punya --?'
'Itu hanya ungkapan!' kata Nick si Kepala-Nyaris-Putus, sekarang sangat jengkel
sehingga kepalanya bergetar tidak menyenangkan pada lehernya yang setengah
terputus. 'Kuanggap aku masih boleh memakai kata apapun yang kusuka,
walaupun jika kenikmatan makan dan minum tak bisa lagi kudapatkan! Tetapi
aku sudah sangat terbiasa dengan murid-murid yang menjadikan kematianku
sebagai lelucon, kuyakinkan kau!'
'Nick, dia sebenarnya tidak menertawakan kamu!' kata Hermione, sambil
menatap Ron dengan marah.
Sayangnya, mulut Ron sudah penuh hingga hampir meledak lagi dan yang bisa
dikatakannya hanya 'Tak maddu jiggug nada,' yang sepertinya tidak dianggap
Nick merupakan permintaan maaf yang memadai. Sambil bangkit ke udara, dia
menegakkan topi bulunya dan menjauhi mereka ke ujung lain dari meja itu, diam
di antara kakak beradik Creevey, Colin dan Dennis.
'Bagus sekali, Ron,' sambar Hermione.
'Apa?' kata Ron dengan tidak senang, setelah berhasil, akhirnya, untuk menelan
makanannya. 'Aku tidak boleh menanyakan pertanyaan sederhana?'
'Oh, lupakan saja,' kata Hermione dengan kesal, dan keduanya menghabiskan
sisa makanan dalam keheningan penuh amarah.

