Page 239 - Harry Potter and The Order Of The Phoenix
P. 239
Profesor Umbridge berdehem lagi ('hem, hem'), tetapi ketika dia melanjutkan,
beberapa nada terengah-engah telah menghilang dari suaranya. Dia terdengar
jauh lebih cekatan dan sekarang kata-katanya terdengar menjemukan seperti
dihapalkan.
'Kementerian Sihir selalu menganggap pendidikan para penyihir muda sebagai
hal yang sangat penting. Karunia langka yang kalian dapatkan sewaktu lahir
mungkin tidak berguna kalau tidak diasuh dan diasah dengan pengajaran teliti.
Keahlian kuno yang unik bagi komunitas sihir harus diturunkan ke generasi
selanjutnya supaya kita akan kehilangan mereka untuk selamanya. Harta karun
berupa pengetahuan sihir yang dihimpun oleh para leluhur kita harus dijaga,
dilengkapi dan diperbaiki oleh mereka yang telah terpanggil ke dalam profesi
mulia untuk mengajar.'
Profesor Umbridge berhenti sejenak dan membungkuk sedikit kepada para
anggota staf guru, tak satupun dari mereka membungkuk balik kepadanya. Alis
gelap Profesor McGonagall telah mengerut sehingga dia tampak mirip elang,
dan Harry jelas-jelas melihatnya saling pandang penuh arti dengan Profesor
Sprout ketika Umbridge mengeluarkan bunyi kecil 'hem, hem' lagi dan
meneruskan pidatonya.
'Setiap kepala sekolah pria dan wanita Hogwarts telah membawa sesuatu yang
baru kepada tugas berat memerintah sekolah bersejarah ini, dan begitulah
seharusnya, karena tanpa kemajuan akan ada stagnasi dan pembusukan. Namun,
kemajuan hanya demi adanya kemajuan haruslah dihindari, karena tradisi kita
yang telah teruji dan terbukti seringkali tidak butuh diutak-atik. Dengan
demikian, sebuah keseimbangan, antara yang lama dengan yang baru, antara hal
yang tetap dengan hal yang baru, antara tradisi dan inovasi ...'
Harry merasa perhatiannya menyurut, seolah-olah otaknya keluar-masuk daya
tangkapnya. Keheningan yang selalu mengisi Aula ketika Dumbledore berbicara
terputus karena para murid mendekatkan kepala mereka, berbisik-bisik dan
terkikik-kikik. Di meja Ravenclaw Cho Chang sedang berbincang-bincang
dengan bersemangat kepada teman-temannya. Beberapa tempat duduk dari Cho,
Luna Lovegood telah mengeluaran The Quibbler lagi. Sementara itu, di meja
Hufflepuff Ernie Macmillan adalah salah satu dari beberapa orang yang masih
menatap Profesor Umbridg, tetapi matanya berkaca-kaca dan Harry yakin dia
hanya berpura-pura mendengarkan dalam usaha untuk melakukan hal yang
diharapkan dari lencana prefek barunyayang berkilat di dadanya.

