Page 238 - Harry Potter and The Order Of The Phoenix
P. 238

dan menjadi jelas bahwa dia telah bangkit dan bermaksud untuk berpidato.


               Dumbledore hanya terlihat terkejut sejenak, lalu dia duduk dengan bijak dan
               melihat dengan waspada kepada Profesor Umbridge seolah-olah dia tidak ingin
               hal lain lebih dari mendengar perkataanya. Para anggota staf guru yang lain tidak
               semahir itu dalam menyembunyikan rasa terkejut mereka. Alis Profesor Sprout
               menghilang ke rambutnya yang acak-acakan dan mulut Profesor McGonagall

               setipis yang pernah dilihat Harry. Tidak ada guru baru yang pernah menyela
               Dumbledore sebelumnya.


               Banyak murid yang sedang menyeringai; wanita ini jelas tidak tahu bagaimana
               sesuatu dilakukan di Hogwarts.

               'Terima kasih, Kepala Sekolah,' Profesor Umbridge tersenyum simpul, 'untuk

               kata-kata penyambutan yang baik.'

               Suaranya melengking tinggi, terengah-engah dan mirip anak perempuan dan,
               lagi-lagi, Harry merasakan desakan kuat rasa tidak suka yang tak dapat

               dijelaskannya kepada dirinya sendiri; yang dia tahu hanyalah bahwa dia
               membenci segala hal mengenai wanita itu, dari suara bodohnya hingga kardigan
               merah muda berbulunya.


               Dia berdehem sekali lagi ('hem, hem') dan melanjutkan.

               'Well, senang kembali ke Hogwarts, harus kukatakan!' Dia tersenyum,
               menyingkapkan gigi-gigi yang amat runcing. 'Dan melihat wajah-wajah kecil

               bahagia seperti ini memandangku!'

               Harry melihat sekeliling. Tak satupun dari wajah-wajah yang bisa dilihatnya
               tampak bahagia. Sebaliknya, mereka semua tampak agak terkejut disebut

               seakan-akan mereka berumur lima tahun.

               'Saya sangat menantikan untuk mengenal kalian semua dan saya yakin kita
               semua akan menjadi teman yang sangat baik!'


               Para murid saling berpandangan mendengar ini; beberapa di antara mereka
               hampir tidak menyembunyikan seringai mereka.


               'Aku akan jadi temannya selama aku tidak harus meminjam kardigan itu,' Parvati
               berbisik kepada Lavender, dan keduanya terkikik diam-diam.
   233   234   235   236   237   238   239   240   241   242   243